JAKARTA, SELASA - Sempat tercerai berai akibat semprotan air dari mobil cannon polisi, ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR/ MPR kembali merapatkan barisan, Selasa (24/6). Mereka kembali membentuk barisan di depan gerbang DPR sambil menyerukan 'Polisi Pembunuh, dan menyanyiak lagu-lagu perjuangan.
Sekitar 100 meter dari barisan mahasiswa yang tergabung dalam aksi Solidaritas Mahasiswa Universitas Nasional, puluhan aparat terlihat berjaga-jaga mengenakan atribut lengkap mengenakan helm dan perisai. Mahasiswa terus melempari aparat meskipun tak satu pun lemparan yang sampai ke aparat karena jaraknya yang cukup jauh.
Para mahasiswa menyanyikan lagu-lagu yang menyindir institusi kepolisian sambil terus berteriak pembunuh. Para mahasiswa mengambil bongkahan batu di sekitar lokasi dan memecahkannya. Batu-batu dalam ukuran kecil itu kemudian dilemparkan para mahasiswa ke arah aparat. Sekitar pukul 14.30 WIB, puluhan mahasiswa yang baru datang terlihat mendekati lokasi aksi dan bergabung dengan rekan-rekan mereka lainnya.
Sambil melempari batu, mahasiswa memukul dan terus menendang gerbang Gedung DPR/MPR. Beberapa mahasiswa lalu naik menuju puncak gerbang dan meletakkan bendera-bendera organisasi dan kampus mereka. Mahasiswa kemudian menempatkan ban-ban di depan gerbang dan membakarnya. Gumpalan asam hitam pekat kembali masuk ke dalam Gdung DPR. Kali ini para aparat belum merespon.

