Kamis, 2 September 2010
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Perang Batu dan Air di Depan Gedung DPR/MPR
Selasa, 24 Juni 2008 | 14:16 WIB

JAKARTA, SELASA - Ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR makin memanas. Di tengah orasi, mahasiswa menyiapkan tiga tumpuk ban mobil di depan gerbang. Massa kemudian membakar ban-ban tersebut. Beberapa orang menendang gerbang Gedung DPR/MPR. Para peserta demo kemudian mendekatkan ban-ban tersebut merapat dengan gerbang.

Mahasiswa juga membentuk barisan di depan gerbang sambil terus berorasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Asap hitam pekat semakin banyak yang keluar dari api yang berasal dari ban yang dibakar. Merespons aksi massa ini, sebuah mobil water cannon polisi meluncur dari arah Gedung DPR/MPR dan menyemprotkan air ke arah ban dan para mahasiswa.

Respons aparat ditanggapi peserta unjuk rasa dengan melemparkan batu ke arah mobil tersebut. Akibat semprotan air beberapa mahasiswa terpencar dari barisannya, sementara lainnya memilih bertahan. Selang beberapa menit mobil polisi tersebut perlahan-lahan mundur.

Para pengunjuk rasa terus berteriak 'pembunuh' kepada aparat polisi yang berjaga-jaga di dalam Gedung DPR/MPR. Teriakan mereka mengacu pada peristiwa meninggalnya mahasiswa Universitas Nasional (Unas), Maftuh Fauzi. Para pengunjuk rasa terus melempar aparat dengan batu, aparat membalas dengan semprotan air. Hingga berita ini diturunkan aksi terus berlangsung.

Penulis: SMS   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.