KENDARI, KOMPAS- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara hari Senin (23/6) ini menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Slipi, Jakarta.
Keterangan yang dihimpun Kompas, Senin (23/6), menyebutkan, Musdalub tersebut dilaksanakan kepengurusan DPD Partai Golkar Sultra antarwaktu yang dibentuk bersamaan dengan pembekuan kepengurusan DPD yang diketuai Ali Mazi, mantan Gubernur Sultra. DPD Partai Golkar Sultra di bawah kepemimpinan Ali Mazi baru akan berakhir November 2009.
Terhitung sejak 12 Mei 2008, DPD Partai Golkar Sultra dibekukan dengan surat keputusan (SK) yang ditandatangani Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar HR Agung Laksono dan Sekretaris Jenderal Sumarsono. Langkah ini diambil atas desakan 2/3 dari Dewan Pengurus Cabang (DPC ) Partai Golkar di 12 kabupaten/kota. Desakan Musdalub itu didukung unjuk rasa massa partai yang berhari-hari menduduki kantor DPD Golkar.
Dalam SK itu juga disebutkan, Ketua DPD Golkar Sultra dijabat Syamsul Muarif yang didampingi antara lain Tadjuddin Nursaid, Iskandar Mandji, dan Chaerul Azwar sebagai wakil-wakil ketua. Sekretaris adalah Fatommy Asyari.
Muh Basri, pengurus harian DPD Partai Golkar Sultra mengatakan, konflik internal partai yang saat ini masih memiliki 17 kursi di DPRD Provoinsi dan satu kursi di DPR lebih dipicu masalah kepemimpinan yang tidak demokratis. "Banyak Ketua DPC dipecat tanpa melalui mekanisme yang benar," ujarnya.
Bupati Muna Ridwan, salah satu Ketua DPC Golkar yang dipecat Ali Mazi menyambut gembira langkah DPP Golkar melaksanakan Musdalub. Ridwan juga tak menyembunyikan minatnya menjadi Ketua DPD Golkar jika Musdalub menghendaki.

