Sabtu, 1 November 2014

News / Bisnis & Keuangan

Janji Untung Cepat dari Burger Ayam

Senin, 23 Juni 2008 | 05:31 WIB

Burger memang bukan makanan asli Indonesia. Tapi, menu ini belakangan sudah menjadi makanan yang jamak dinikmati. Pasalnya, mulut kita sudah akrab dengan burger yang dijajakan oleh restoran cepat saji asing sampai burger dari gerobak pinggir jalan.

Jangan heran pula jika masih banyak pengusaha yang menjajal hoki di ranah burger. Salah satunya adalah Basri Adhi. Pria kelahiran 1971 ini mulai berwirausaha di bidang kuliner sejak tahun 2006. Awalnya, ia bekerja sebagai manajer umum di surat kabar nasional. Karena ingin mandiri, ia menekuni bisnis makanan dengan mendirikan Bazz Burger.

Basri punya alasan kuat memilih menu burger. “Makanan ini sulit mati,” ujarnya. Ia merasa prospek usaha di burger bagus. Tapi, dari awal, ia sudah membidik target pasar khusus. “Saya mengambil sasaran kelas menengah ke bawah. Mereka ingin menikmati burger dengan harga murah,” katanya kepada Kontan, Senin  (16/6). Tak heran, Bazz Burger lebih banyak dijajakan dalam bentuk konter.

Basri membanderol harga burger dari Rp 5.000 hingga Rp 11.000. Ia mengatakan, 80 persen burgernya menjepit daging ayam sebagai isi. Sisanya adalah daging sapi atau beef. “Saya ingin membuat produk yang beda dari yang lain. Soalnya, yang lain banyak menggunakan daging sapi,” tambahnya. Basri mengawali usahanya dari Kota Hujan, Bogor.

Semula, Basri mengembangkan lima gerai. Dengan harga murah, sasaran yang dibidik Bazz Burger adalah sekolah. “Di sekolah pasarnya sudah tersedia, apalagi kini murid-murid pasti jajan di sekolah,” ujarnya. Setelah membuka kemitraan usaha pada pertengahan 2007 kini Basri telah memiliki empat gerai tambahan di luar kepemilikannya sendiri. Gerainya tersebar di Subang dan Cilegon masing-masing satu gerai, serta dua gerai di Bekasi. “Saya dan mitra memilih daerah luar Jakarta karena kami belum menemui jualan burger yang harganya terjangkau di sana,” katanya.

Dua paket kemitraan

Basri menjelaskan, untuk menjadi mitra Bazz Burger tak perlu memiliki modal besar. Dia membagi dalam dua sistem. Untuk sistem beli putus, mitra hanya perlu investasi sebesar Rp 5 juta. Dengan dana segitu, mitra bisa memakai merek Bazz Burger dengan tampilan (display), promosi, seragam, dan pelatihan karyawan.

Selain itu, mitra akan dikenai biaya tambahan Rp 1,5 juta untuk biaya bahan baku atau starter pack selama seminggu. Bahan bakunya berupa roti yang memiliki ukuran kecil dan besar, lengkap dengan daging ayam untuk isi burger.

Basri mewajibkan mitra membeli semua kebutuhan Bazz Burger dari pusat. Basri memiliki pabrik pengolahan bahan baku di Bogor. Roti kecil dan daging kecil dihargai Rp 800 per unit. Untuk burger ukuran besar, daging dan roti masing-masing dibanderol Rp 2.000 per unit.

Cara kemitraan kedua adalah sistem sewa pakai. Basri meminjamkan semua peralatan dan tampilan gerai sehingga mitra tinggal berjualan burger saja. “Tetapi kami menetapkan deposit Rp 3 juta sebagai jaminan,” kata Basri. Semua bahan dan tampilan usaha tetap dipasok Basri. Tapi, jika mitra ingin memutuskan kerja sama atau ingin beralih ke pola kerja sama beli putus, Basri akan mengembalikan uang deposito tersebut. Cuma, untuk mitra lama yang ingin mengambil paket beli putus mereka terikat kewajiban untuk menyetor dana dari awal.

Dari para mitranya, Basri memungut management fee sebesar 10 persen dari omzet yang diraih tiap bulan. Basri mengungkapkan, selama ini mitranya bisa meraih omzet penjualan hingga Rp 300.000 per hari. Untung bersih untuk mitra sekitar 30 persen dari omzet. “Perkiraan balik modalnya sekitar 3 bulan,” ungkap Basri.

Kewajiban Basri adalah membantu menyurvei kelayakan lokasi usaha bagi mitra yang tertarik bergabung. Selain itu, masalah promosi, desain konter di-setting cukup fleksibel. Sewaktu-waktu mitra ingin pindah lokasi atau ikut pameran, konter dengan mudah bisa dipindahkan.

Biasanya, mitra berbelanja bahan baku seminggu sekali. Semua persediaan bahan bisa disimpan di lemari pendingin. Tetapi untuk daerah yang jauh seperti Cilegon, mitra boleh memesan roti di luar produksi Bazz Burger. "Soalnya, masa bertahan roti hanya sebentar. Tidak mungkin kami antar seminggu sekali. Dagingnya bisa kita antar dua minggu sekali," tambahnya. (Dessy Aritonang)
========
Bazz Burger
Villa Citra Bantarjati
Blok F1/ 16,
Bogor, Jawa Barat
Telepon (0251) 319658,
 

Editor :
Sumber: