Rabu, 17 September 2014

News / Kesehatan

Memilih Asuransi Kesehatan

Minggu, 22 Juni 2008 | 14:43 WIB
SEDIA payung sebelum hujan. Itulah ungkapan yang tepat bila kita memiliki perencanaan matang dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk termasuk dalam hal pembiayaan kesehatan.  Di zaman yang serba kompleks, memiliki asuransi kesehatan tampaknya semakin penting mengingat biaya perawatan dan pengobatan penyakit semakin mahal dan tidak terduga. 


Namun begitu, memilih asuransi yang tepat juga tak kalah penting supaya Anda tidak dirugikan kelak.  Nah, berikut ini adalah paparan singkat Dr Samsuridjal Djauzi dalam rubrik konsultasi kesehatan yang dimuat Harian Kompas, Minggu (22/6).  Dr Samsuridjal mengemukakan pandangannya mengenai hal apa saja yang perlu dicermati sebelum memilih asuransi kesehatan :

Pertanyaan :

Mertua saya yang berumur 61 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas dan perlu menjalani operasi otak. Untunglah operasi berjalan baik dan beliau sudah sehat kembali.

Hanya saja, beliau terpaksa menguras tabungan beliau yang dikumpulkan bertahun-tahun karena biaya rumah sakit mencapai Rp 20 juta. Saya tak dapat membayangkan sekiranya beliau tak punya tabungan, bagaimana kesulitan yang akan dihadapi.

Saya baru menikah setahun lalu. Meski keluarga kami baru, kami merencanakan menjadi nasabah asuransi kesehatan. Kami merasa biaya kesehatan dewasa ini semakin lama semakin mahal dan biaya tersebut tak dapat diduga. Kami telah mengasuransikan mobil, karena itu sudah sepantasnya kami juga masuk asuransi kesehatan. Bukankah kesehatan adalah nikmat Allah yang amat berharga yang perlu dijaga dengan baik?

Sudah cukup lama kami merencanakan masuk asuransi kesehatan dan kami telah menghubungi beberapa perusahaan. Meski begitu, kami masih mengalami kesulitan dalam memilih asuransi kesehatan ini. Kami bersikap hati-hati karena kami khawatir salah pilih. Dari segi dana kami mempunyai kelonggaran. Saya dan istri bekerja sehingga mempunyai kelapangan dana membayar premi asuransi.

Kami berhati-hati terutama setelah banyak mendengar keluhan peserta asuransi yang kecewa dengan layanan asuransi kesehatan di Indonesia. Beberapa kenalan kami bahkan memilih masuk asuransi kesehatan asing atas pertimbangan lebih dapat dipercaya dan cakupan layanannya lebih luas. Tampaknya layanan asuransi kesehatan di Indonesia meragukan. Apa yang dijanjikan tak sesuai dengan layanan yang diberikan.

Katanya, pada waktu menawarkan polis asuransi petugas menggambarkan semuanya mudah. Jika jatuh sakit nasabah cukup memikirkan sakitnya saja dan perusahaan asuransi yang akan membereskan semua biaya. Pada pelaksanaannya, banyak pengecualian yang harus diperhatikan.

Sebagai dokter yang sering melayani pasien yang mempunyai asuransi kesehatan, apakah Dokter dapat merekomendasikan perusahaan asuransi kesehatan yang baik? Apa saja yang harus diperhatikan sebelum memilih suatu asuransi kesehatan? Nasihat Dokter kami perlukan karena bidang saya adalah keuangan, sedangkan istri arsitek. Jadi, kami kurang memahami asuransi kesehatan. Terima kasih atas penjelasan Dokter.

M di J

Jawaban :

Niat Anda dan istri mempunyai asuransi kesehatan amatlah baik. Salah satu masalah dalam pelayanan kesehatan kita adalah pembiayaan kesehatan. Sekitar 70 persen penduduk Indonesia membiayai sendiri biaya dokter atau rumah sakit, padahal biaya kesehatan terus meningkat. Semakin canggih teknologi kedokteran semakin mahal biaya kesehatan.

Peningkatan biaya kesehatan tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Faktor yang meningkatkan biaya adalah harga obat, peralatan kedokteran, serta honorarium dokter, walaupun sebenarnya unsur honorarium dokter hanyalah merupakan bagian kecil dari biaya kesehatan secara keseluruhan.

Meski kita telah memelihara kesehatan dengan hati-hati, penyakit dapat datang tanpa diduga. Kecelakaan lalu lintas seperti yang dialami mertua Anda, misalnya, merupakan kejadian yang sering dialami keluarga di Indonesia, bahkan sekitar 30.000 orang meninggal setiap tahun karena kecelakaan lalu lintas. Jadi, amatlah bijaksana jika keluarga Indonesia membiasakan diri melindungi diri dengan asuransi kesehatan.

Dengan teratur membayar premi, jika jatuh sakit akan dibantu asuransi kesehatan sehingga tak memberatkan pengeluaran keluarga. Kita sering menyaksikan keluarga yang harus berutang untuk membayar biaya rumah sakit.

Sebenarnya, menurut pengalaman saya, dewasa ini asuransi kesehatan di Indonesia sudah cukup baik. Dukungan asuransi kesehatan akan bergantung pada perjanjian antara nasabah dan perusahaan asuransi. Semakin besar premi yang dibayar semakin lengkap dukungan asuransi.

Oleh karena itu, Anda perlu mencermati cakupan dukungan asuransi kesehatan sebelum memilih asuransi kesehatan. Apakah cakupan tersebut meliputi layanan rawat jalan dan rawat inap? Adakah penyakit tertentu yang tidak dijamin perusahaan asuransi?

Pula perlu diperhatikan tempat layanan. Apakah Anda dapat memilih dokter atau rumah sakit yang dikehendaki ataukah terbatas pada rumah sakit yang telah ditunjuk? Semua harus diperhatikan, termasuk bila jaminan efektif mulai berlaku. Misalnya, ada asuransi kesehatan tertentu baru mulai menjamin setelah 30 hari setelah penandatanganan perjanjian.

Layanan asuransi kesehatan sekarang amat bervariasi. Di samping menawarkan jaminan pembiayaan sewaktu sakit, ada yang mengombinasikannya dengan layanan tertentu, misalnya premi yang dibayarkan sebagian akan diberlakukan sebagai tabungan atau investasi.

Sudah tentu tawaran ini menarik, tetapi biasanya premi asuransi yang ditawarkan juga akan lebih besar. Di samping itu, sebenarnya mereka yang ikut program asuransi dalam usia muda akan mendapat beberapa kemudahan, misalnya, tidak diperlukan pemeriksaan kesehatan dan juga perlu diingat premi asuransi akan meningkat dengan meningkatnya usia nasabah. Jadi, masuklah asuransi kesehatan pada usia muda.

Meski nanti Anda sekeluarga sudah menjadi nasabah asuransi kesehatan, pola hidup sehat harus tetap diamalkan. Sudah tentu lebih baik sehat daripada sakit meski biayanya ditanggung asuransi kesehatan. Jadi, jangan meninggalkan gaya hidup sehat meski telah menjadi nasabah asuransi kesehatan.

Saya memahami tantangan yang dihadapi keluarga muda Indonesia dewasa ini. Saya merasa bergembira keluarga Anda menempatkan kesehatan sebagai unsur penting yang perlu mendapat perhatian. Nah, saya berharap Anda sekeluarga akan sehat dan bahagia selalu. (Dr Samsuridjal Djauzi)


Editor :
Sumber: