BANJARMASIN, SABTU - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengatakan, meski saat ini Indonesia masih dirundung sejumlah masalah, namun ia optimistis dalam beberapa tahun mendatang Indonesia akan menjadi negara yang kuat. Keyakinan ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,3 persen. "Memang dari segi pertumbuhan ekonomi, kalah dengan Vietnam, tetapi bangsa Indonesia mencapainya dengan kemampuan melewati berbagai masalah yang masih harus diselesaikan, seperti korupsi, pendidikan, kesehatan dan lainnya," katanya di Banjarmasin, Sabtu (21/6) malam.
Kehadiran Jusuf di Banjarmasin selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar untuk membuka Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) III Partai Golarkan Kalimantan Selatan. "Selain pertumbuhan ekonomi, kita juga patut berterima kasih kepada para petani karena Indonesia juga sudah kembali berswasembada pangan," ungkapnya.
Di sektor lain, jelasnya, berbagai sumber energi juga belum banyak dimanfaatkan secara optimal untuk kemakmuran dan kemajuan bangsa. Persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah dana untuk pembangunan di sektor energi masih sangat terbatas. Sementara subsidi yang diberikan negara kepada rakyat saat ini sangat besar mencapai 250 hingga 300 triliun rupiah. Kalau subsidi ini bisa dikurangi maka negara bisa menghemat dana yang sangat besar.
"Dengan penghematan itu, negara bisa menggunakan untuk menggerakkan berbagai kegiatan pembangunan yang lebih besar lagi. Jika hal ini bisa dilakukan dalam dua tiga tahun mendatang, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih tinggi lagi. Asal berkemuan dan tekad yang kuat, kita bisa dipastikan, Indonesia akan mengalami kemajuan yang luar biasa.Oleh karena itu, jangan pernah lagi kita menyebut Indonesia itu bangsa yang lemah," katanya.

