Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:51 WIB
Pemerintah Pun "Keracunan" Adiktif Rokok
Rita Ayuningtyas | Jumat, 20 Juni 2008 | 20:06 WIB
|
Share:

PUNCAK, JUMAT - Ketakutan Pemerintah untuk menaikkan cukai rokok dan tidak ikut meretifikasi konvensi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), tidak beralasan. Pandangan ini diungkapkan Ketua Badan Khusus Pengendalian Tembakau, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Wisyastuti Soerojo menanggapi sikap Pemerintah yang tidak mendukung kampanye anti rokok.

"Kalau alasannya ekonomi, nanti kasihan tenaga kerja lah, apa-lah, itu semua tidak beralasan. Rupanya adiktif rokok ini sudah meracuni Pemerintah juga. Rokok itu adiktif, jadi jangan takut jika industri akan rugi. Karena adiktif, dia akan mencari ke mana pun rokok itu ada," ujarnya saat Lokakarya Aliansi Jurnalis Indonesia di Puncak, Jumat (20/6) malam.

Menurut dia, matinya industri rokok karena kenaikan cukai akan berlangsung sangat lambat, sehingga tidak akan terasa dalam perekonomian Indonesia. Apalagi, populasi penduduk Indonesia juga akan terus berkembang. Populasi ini akan mempengaruhi jumlah perokok. "Jadi kita berbicara tentang hal yang berdampak dalam hitungan dekade," tegasnya.