Selasa, 7 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 7 Februari 2012 | 17:13 WIB
Makhluk Bulu Tangkis Paling Seksi
A. Tjahjo Sasongko | Jumat, 20 Juni 2008 | 12:35 WIB
|
Share:

Erichson/Kompas.com
Nicole Grether dan Charmaine Reid

JAKARTA, KAMIS – Pebulu tangkis Kanada,  Charmaine Reid, mencoba memberi sentuhan agar pakaian pebulu tangkis putri lebih fashionable. Penonton banyak yang suka.

Secara teknik, permainan Reid biasa-biasa saja. Bersama pasangannya, Nicole Grether dari Jerman, ia kandas di babak kedua turnamen bulu tangkis Djarum Indonesia Open Super Series 2008. Reid/Grether dikalahkan unggulan ke-4, Vita Marissa/Lilyana Natsir, 16-21 17-21.

Namun, pasangan Kanada/Jerman ini mendapat perhatian khusus dari para penonton Istora Gelora Bung Karno karena busana yang mereka kenakan. Tampil dengan baju hitam yang kontras dengan kulit yang putih, pasangan ini  membiarkan  bahu dan sebagian punggung mereka terbuka. Bagian punggung ditutup "hanya" oleh  tali yang bersilang.
Karena itulah, meski memberi dukungan kepada Vita/Lilyana, penonton juga tidak mencemooh pasangan gado-gado tersebut. Apalagi keduanya mampu memberi perlawanan yang lumayan sengit kepada pasangan utama Indonesia tersebut.

Adalah  pebulu tangkis Kanada, Charmeine Reid, yang mempunyai ide untuk tampil seksi dan beda. Reid yang berusia 34 tahun kerap memberi pelatihan bulu tangkis kepada murid-murid sekolah di Kanada dan Amerika Utara. "Para peminat bulu tangkis di Kanada biasanya beralih setelah mereka lulus sekolah. Biasanya mereka memilih hoki es untuk yang putera atau tenis untuk yang puteri," katanya.

Menurut Reid yang mengenal bulu tangkis sejak usia dini, salah satu yang membuat anak-anak Kanada lebih tertarik dengan  tenis adalah karena sifatnya yang lebih glamor. "Para petenis puteri  dapat tampil lebih modis dengan lebih banyak pilihan gaya. Sementara bulu tangkis tampil old fashioned dan klasik," katanya.

Para petenis puteri memang tampil jauh lebih modis dibanding zaman Steffi Graf dan Martina Navratilova pada era 1980-an dan 1990-an.  Juara Perancis Terbuka Ana Ivanovic tampil dengan baju terusan dengan  lipatan rok model balon. Sementara petenis kulit hitam AS, Serena Williams, bahkan berani tampil dengan model two-pieces.

Karena itulah Reid mencoba menghubungi  produsen pakaian di Kanada, Lulu Lemont, untuk memilihkan model pakaian buatnya.  Dengan model pilihan ini ia merasa lebih comfort dan percaya diri.  "Bagi saya pakaian ini justru lebih pas dimainkan dalam atmosfer di dalam gedung yang hangat," katanya.

Menurutnya, kecuali di Korea, gedung-gedung bulu tangkis dunia saat ini  sudah  menggunakan mesin penghangat udara. "Di Kanada penghangat udara tersebut selalu digunakan karena di luar udara bisa mencapai minus tiga derajat," katanya.

Di usia 34 tahun, Reid terus melakukan tur keliling dunia untuk bermain dan keliling Kanada dan Amerika untuk memberi coaching  bulu tangkis.  Ia menangani murid-murid dari pelbagai usia, dari yang berusia di bawah sepuluh tahun hingga yang berusia di atas 80-an. Salah satu muridnya yang berusia di atas 80 tahun adalah  aktor AS, Paul Newman. "Saya pernah bermain bulu tangkis dengan Paul Newman dua kali di vancouver, Kanada dan Connecticut, AS," kata Reid. (Tjahjo Sasongko)