Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:21 WIB
Tawuran, 8 Luka 8 Ditangkap
| Selasa, 17 Juni 2008 | 11:57 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/IGNATIUS SAWABI
ilustrasi

GARUT, SELASA - Warga Kampung Baru Desa Sukanegla Kecamatan Garut Kota dan Kampung Cipeuteuy Desa Margawati Kecamatan Garut Kota terlibat tawuran, Senin (16/6) malam. Delapan orang dari kedua pihak mengalami luka-luka.

Kapolsek Garut Kota AKP Suhendar, Selasa (17/6), mengatakan, tawuran itu dipicu oleh provokasi Ending (24), warga Kampung Cipeuteuy, yang memiliki keponakan, Nandar, yang bersekolah di SMA Panyandaan.

Siang itu Nandar ribut dengan seorang siswa sekolah lain yang tinggal di Kampung Baru. Dalam perkelahian itu Nandar mengalami luka di bagian tangan kanan dan memberitahukan kejadian itu kepada Ending, pamannya.

Ending kemudian mengejar ke Kampung Baru dengan membawa golok. Ending berteriak-teriak dan menantang orang yang melukai Nandar agar keluar dan membawa orang sekampung. Malam itu warga Kampung Baru menyerang ke Kampung Cipeuteuy dengan membawa berbagai senjata.

Dalam peristiwa itu Rusmana (35) warga Cipeuteuy terluka. Tujuh warga Kampung Baru juga terluka, di antaranya yang mengalami luka paling parah adalah Muman (40). Malam itu juga petugas Dalmas Polres Garut mendatangi lokasi dan mengamankan sejumlah warga.

Kapolsek Garut Kota AKP Suhendar, Selasa (17/6), mengatakan, pascatawuran di Kampung Cipeuteuy Desa Margawati, Kecamatan Garut Kota tadi malam, pihaknya mengamankan delapan orang dari kedua belah pihak.

Menurut Kapolsek, dari kedelapan orang tersebut, satu orang di antaranya yakni Ending (24) warga Kampung Cipeuteuy resmi sebagai tersangka. Sedangkan tujuh orang lainnya masih dalam pemeriksaan sebagai saksi dan kemungkinan statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka.

Kapolsek mengatakan, saat ini situasi di lokasi kejadian terbilang kondusif. Polisi dari Polres Garut berjaga-jaga untuk mencegah terjadi aksi tawuran susulan Petugas bersiaga disebar di kedua kampung.  (Kemal Setia Permana/Tribun Jabar)

Sumber :
Tribun Jabar