Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:16 WIB
Belanja Modal untuk Tabung Gas
Josephus Primus | Senin, 16 Juni 2008 | 15:59 WIB
|
Share:

JAKARTA, SENIN - Belanja modal (capex) PT Wijaya Karya Tbk (Wika) untuk 2008 salah satunya dialokasikan untuk penambahan kapasitas produksi tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram. Bintang Permono,Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, mengungkapkan hal tersebut kepada pers, Senin (16/6). Dalam kesempatan itu, Direktur Keuangan Ganda Kusuma mendampingi Bintang.

Secara keseluruhan belanja modal Wika tahun ini berjumlah sekitar Rp469 miliar. Rinciannya, perolehan dari penawaran saham perdana (IPO) sebesar Rp304 miliar. Lalu, Rp165 miliar berasal dari kas internal dan pinjaman.

Kemudian, dana Rp304 miliar tadi dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis jalan tol dan pembangunan pembangkit listrik. Lalu, duit Rp165 miliar dipakai untuk pengembangan perusahaan anak dan investasi lain.

Sementara, dari uang Rp165 miliar itulah, dana penambahan kapasitas produksi tabung gas diperoleh. Untuk tahun ini, besarnya Rp83 miliar.

Hingga akhir 2008, kapasitas produksi Wika, dalam hal ini dilakukan oleh perusahaan anak Wika NGK, besarnya 3 juta tabung. Pada 2009 nanti, Wika akan meningkatkan kapasitas menjadi 5-8 juta tabung. "Dana investasi yang dibutuhkan sekitar 40-50 miliar rupiah," imbuh Ganda.

Pemerintah mematok target 90 juta tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram sebagai langkah pengalihan penggunaan minyak tanah rumah tangga. Untuk periode Januari-Juni 2008, pemerintah sudah sepakat mematok harga tabung gas Rp104.000. Wika, seturut penuturan Bintang, sudah memasok hingga 1 juta tabung gas ke pasaran.

Sejatinya, perusahaan publik yang mematok pendapatan Rp6,1 triliun tahun ini sudah ikut ambil bagian dalam produksi tabung gas sejak 2001. Waktu itu, perusahaan yang merupakan hasil dari nasionalisasi perusahaan Belanda NV Vis en Co, memproduksi tabung gas ukuran 12 kilogram.