Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:13 WIB
Presiden: Pesta Kesenian Bali Harus Digelar Setiap Tahun
| Minggu, 15 Juni 2008 | 00:37 WIB
|
Share:

DENPASAR, SABTU - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Pesta Kesenian Bali harus diselengarakan setiap tahun sebagai wujud kecintaan dan kebanggaan kepada budaya bangsa.
   
"PKB harus tetap kita selenggarakan setiap tahun. Ini merupakan wujud kecintaan dan kebanggaan terhadap kesenian bangsa," kata Presiden saat membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30 di Monumen Perjuangan Rakyat, Renon, Denpasar Bali, Sabtu (14/6) atau sesaat sebelum memukul kul-kul, sebuah alat kesenian tradional Bali, sebagai tanda resmi dibukanya PKB 2008.

Menurut Kepala Negara, dengan adanya PKB maka dunia internasional akan lebih mengenal Pulau Bali yang diakui sebagai pulau terindah di dunia atau pulau para dewa.

Presiden juga mengatakan, pasca serangan teroris beberapa tahun lalu, Bali dari waktu ke waktu makin maju dan berkembang. "PKB juga makin besar dan meriah," kata kepala negara yang mengenakan pakaian adat Bali warna coklat.
   
Pada kesempatan itu, Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama masyarakat Bali yang menyelenggarakan PKB secara rutin.
   
Sementara itu Gubenrur Bali Dewa Beratha mengatakan bahwa seni dan budaya sesungguhnya telah mengkristal dalam kehidupan rakyat Bali. "PKB tahun 2008 bernuansa lebih spesial karena berkaitan dengan tiga dasawarsa PKB, HUT Ke-50 Pemerintah Daerah  Bali, 100 tahun hari kebangkitan nasional, kongres kebudayana Bali, dan visit Indonesia year 2008," katanya.
   
Dijelaskannya pula, PKB ke-30 yang diselenggarakan pada 14 Juni - 12 Juli 2008 dan mengusung tema citta wretti airodha yakni pengendalian diri menuju keseimbnangan dan keharmoisan, mengacu pada 5 tema pokok yaitu pawai, pagelaran, parade, sarasehan, dan pameran.

Selain melibatkan kelompok kesenian dari semua kabupaten/kota Bali, juga melibatkan tim kesenian dari sejumlah daerah di Indonesia serta 14 tim dari luar negeri. "Itu juga membantu menginformasikan ke masyarakat luas, terutama luar negeri bahwa Bali aman," katanya.
   
Dari panggung kehormatan Kepala Negara yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Gebernur Bali Dewa Beratha, Menko Kesra Aburizal Bakrie,  Menbudpar Jero Wacik, menyaksikan atraksi budaya yang melibatkan 3000 seniman Bali juga disaksikan ribuan masyarakat dan waisatawan yang memadati lapangan Niti Mandala Renon.
   
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampak begitu antusias sambil menebar senyum saat menyaksikan pertunjukan seni genjek Kabupaten Karangasem yang kocak ketika melintas di depan panggung kehormatan. Presiden tampak berkali-kali melambaikan tangan yang diselingi tepuk tangan bersemangat saat menyaksikan pertunjukan seni rakyat asal Kabupaten Karangasem itu.

Sekitar 800 polisi dari Poltabes Denpasar yang dibantu anggota kelompok SAR dari Bares Bali, tampak melakukan tugas pengamanan demi lancarnya pembukaan aktifitas seni tahunan di Pulau Dewata itu. Kapoltabes Denpasar AKBP Gede Alit Widana mengatakan, sejauh ini semuanya berjalan seperti yang diharapkan.

"Tidak tercatat ada gangguan kamtibmas yang berarti hingga seluruh rangkaian pawai budaya berakhir menjelang matahari terbenam," katanya.(ANT/WIP)