Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:11 WIB
Pembuatan Film Kolosal tentang Seni Budaya Bali Terkendala Dana
| Sabtu, 14 Juni 2008 | 22:10 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik

TERKAIT:

DENPASAR, SABTU - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan intruksi kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik agar Departemen Kebudayaan dan Pariwisata untuk membuat film kolosal tentang perkembangan seni budaya Bali yang terbukti memiliki kemampuan untuk tetap kokoh dan eksis hingga sekarang. Namun dana menjadi kendala.
   
"Perjalanan seni budaya Bali sejak kerajaan Majapahit itu perlu didokumentasikan dan diangkat ke layar lebar," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik di sela-sela membuka Kongres Kebudayaan Bali yang pertama di Sanur, Sabtu (14/7).
   
Ia mengatakan, intruksi tersebut hingga kini belum dapat diwujudkan, karena pembuatan film tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 1 triliun atau hampir sama dengan anggaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) selama setahun.
   
"Saya sedang mencari akal agar film tersebut dapat diwujudkan dengan dana yang tidak begitu besar," ujar Jero Wacik.
   
Jero Wacik mengaku bahwa pihaknya pernah mengundang produsen film dunia untuk membantu kelancaran proses pembuatan film kolosal tersebut, namun masalah dana tetap menjadi kendala.
   
"Mudah-mudahan masalah dana itu dapat diatasi dalam mewujudkan pembuatan film tentang seni budaya Bali, sesuai harapan Kepala Negara," ujar Jero Wacik.
   
Ia mengharapkan masukan dan dukungan dari semua pihak dalam merealisasikan pembuatan film kolosal tentang perkembangan seni budaya Bali.

Sebelumnya Jero Wacik mengatakan bahwa Presiden SBY menaruh perhatian besar terhadap upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali. Bahkan, katanya, Presiden menghayati kebudayaan Pulau Dewata.
   
"Kepala Negara sangat rajin membaca buku Ramayana, Mahabarata dan buku-buku yang menyangkut seni budaya Bali lainnya," kata Jero Wacik ketika membuka Kongres Kebudayaan Bali yang pertama di Sanur, Bali, Sabtu (14/6).
   
Dijelaskan lebih lanjut bahwa Kepala Negara menghayati dan memahami seni budaya Bali yang merupakan bagian dari puncak-puncak kebudayaan nasional. Bahkan selama empat tahun terakhir Presiden selalu menyempatkan diri untuk membuka Pesta Kesenian Bali (PKB).
   
"Hari ini Presiden SBY juga membuka PKB ke-30. Kongres Kebudayaan Bali yang baru pertama kali digelar rencananya juga dibuka Presiden, namun karena meresmikan sejumlah proyek pembangunan di Bali saya ditugaskan untuk mewakili beliau," ujarnya di hadapan 400-an peserta kongres yang terdiri atas budayawan, kalangan pemerintah, dan kalangan mancanegara.
   
Kebudayaan Bali yang tetap kokoh dan eksis hingga sekarang, katanya, dicapai melalui proses perjalanan yang sangat panjang sejak Kerajaan Majapahit. Berkat keunikannya, seni budaya Bali mampu menjadikan daerah ini cukup dikagumi dunia.
   
"Bali dengan keunikan dan keragaman seni budaya mampu mencatat prestasi yang membanggakan hingga daerah ini keluar sebagai pulau wisata terbaik di dunia," ujar Jero Wacik.
   
Sementara itu ribuan seniman dari kabupaten/kota di Bali dan sejumlah perwakilan provinsi di Indonesia yang telah melakukan persiapan sejak pagi hari tampil dalam pada pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30.

Sumber :
Ant