Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:02 WIB
Bush Dihadang Demonstran Anti-Perang Irak
Jimmy Hitipeuw | Kamis, 12 Juni 2008 | 20:29 WIB
|
Share:

GETTY IMAGES/ CHRISTOPHE SIMON
Demonstran mengenakan topeng (dari kiri) Presiden AS George W. Bush, Wakil Presiden Dick Cheney serta Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice dalam unjuk rasa anti-Bush di Roma pada 11 Juni 2008.

TERKAIT:

ROMA, KAMIS - Presiden AS George W. Bush berharap mendapatkan sambutan dari sahabat lamanya Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi, serta Paus Benediktus XVI dalam kunjungannya di Roma. Namun, harapan itu tentunya tidak dapat diharapkan selama Bush berada di jalan-jalan Roma karena ia diperhadapkan pada sejumlah unjuk rasa antipemerintahnya di sejumlah jalan ibukota Italia tersebut.

Para aktivis antiperang dan ribuan demonstran lainnya berencana turun ke jalan-jalan di ibukota Italia, Roma, untuk memprotes kunjungan Bush yang mencakup pertemuan dengan Berlusconi Kamis (12/6) ini dan Paus Benediktus XVI Jumat (13/6) besok.

Penerbangan komersil telah dilarang terbang di atas Roma selama kunjungan 2 hari Bush. Puluhan bus dan trem telah dialihkan rutenya di ibukota Italia tersebut selama kunjungan orang nomor 1 di AS itu. Pengamanan terhadap Bush dalam kunjungan itu melibatkan ribuan personil polisi Italia.

Slovenia dan Jerman, 2 wilayah yang dikunjungi oleh Bush sebelumnya sepi dari aksi demonstrasi. Hal itu setidaknya menunjukkan bahwa para pemimpin Eropa mulai dapat memaklumi kebijakan AS dalam perang di Irak. Namun, unjuk rasa di Roma menunjukkan bukti bahwa masyarakat umum Italia masih menentang pemerintah Bush.

Tidak seperti para pemimpin Eropa lain, seperti mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder dan mantan Presiden Perancis Jacques Chirac, Berlusconi mendukung Bush di Irak sejak dimulai invasi oleh pasukan koalisi pada tahun 2003. Raja media berusia 71 tahun ini tidak memperdulikan penentangan dari masyarakat Italia dengan menyebar sekitar 3.000 tentara ke Irak setelah digulingkannya Presiden Irak Saddam Hussein.

Sumber :
AP