Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:02 WIB
Turis Timur Tengah Tak Berwisata ke Yogya
Lukas Adi Prasetyo | Kamis, 12 Juni 2008 | 19:55 WIB
|
Share:

YOGYAKARTA, KAMIS - Wisatawan mancanegara asal negara-negara Timur Tengah, nyaris tak berwisata ke Yogyakarta. Hal ini memprihatinkan sekaligus ironis, sebab devisa dari orang-orang Indonesia ban yak mengalir ke sana, khususnya saat menjalankan ibadah haji ke Arab Saudi.

Hardi Wahyono, Ketua Umum Himpunan Pramuwisata Indonesia Provinsi DIY, mengatakan, itu mengindikasikan upaya promosi pariwisata Yogyakarta ke Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Maroko, tidak maksimal. "Mestinya kan juga ada keseimbangan devisa. Kita beri mereka devisa, dan sebagian dari mereka pun datang ke Yogyakarta untuk wisata. Namun kenyataannya, itu tidak terjadi," ujar Hardi, Kamis (12/6).

Maka dari itu, perlu ada gebrakan promosi dari pelaku pariwisata Yogyakarta. Sejauh pengamatannya, wisatawan Timur Tengah kebanyakan berwisata ke Jakarta. Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) yang juga General Manager Hotel Ruba Graha, Deddy Pranowo Eryono, menduga, barangkali itu terkait sajian wisata. "Bisa saja tempat wisata atau paket-paketnya tak sesuai selera mereka," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, dirinya menduga bahwa orang Timur Tengah menyukai wisata bernuansa religius. Hardi menambahkan, Yogyakarta juga masih kurang menyiapkan menu wisata. "Belum menjumpai ada tempat yang menggelar pertunjukan budaya pagi hari hingga pukul 10.00. Padahal itu banyak ditanyakan turis," ucapnya.