Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:01 WIB
Akbar: Selesaikan Ahmadiyah Lewat Dialog
| Kamis, 12 Juni 2008 | 19:19 WIB
|
Share:

KOMPAS/ AGUSTINUS HANDOKO
Stiker berisi penegasan mengenai muslim Non Ahmadiyah tertempel di rumah-rumah penduduk Parakansalak, Kabupten Sukabumi yang bukan Anggota JAI. Kalangan JAI khawatir, penempelan stiker yang dilakukan oleh orang tak dikenal itu bisa menimbulkan provokasi.

TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS – Para ulama sebaiknya melakukan pendekatan dengan mengajak dialog para pengikut Ahmadiyah untuk memberikan pengetahuan dan penjelasan bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat. “Tidak perlu dengan kekerasan, secara dialogis sajalah para ulama meyakinkan pengikut Ahmadiyah bahwa ajarannya adalah sesat,” ujar mantan Ketua DPR RI, Akbar Tandjung kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis (12/6).

Akbar mengatakan bahwa pemerintah sudah maksimal dalam mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Ahmadiyah dari Menteri Agama, Maftuh Basyuni, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, serta Jaksa Agung Hendarman Supanji untuk menghentikan aktivitas para pengikut Ahmadiyah di Indonesia.

“SKB sudah maskimal, SKB tetap mengakui eksistensi Ahmadiyah, namun Ahmadiyah diingatkan untuk tidak melakukan kegiatan yang berhubungan dengan ajarannya, sehingga tidak menimbulkan reaksi yang menimbulkan konflik,” ujar Akbar.

Akbar menambahkan, bahwa masyarakat luas harus menghormati hak individu mereka. “Para pengikut Ahmadiyah adalah juga warga negara, yang harus dihormati hak individunya, tidak perlu ada kekerasan,” tambahnya. (C5-08)