Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 04:49 WIB
Obama Dikritik Pendeta Konservatif
Adi Sasono | Rabu, 11 Juni 2008 | 11:16 WIB
|
Share:

CHICAGO, RABU - Barack Obama, kandidat presiden Demokrat bertemu dengan para pemuka agama Kristen Amerika, termasuk dari kelompok konservatif yang pernah mengkritiknya.

Menurut Uskup TD Jakes, ulama kulit hitam terkemuka yang memimpin sebuah gereja raksasa di Dallas, pertemuan itu dihadiri semua kelompok Kristen Amerika dan membicarakan banyak topik. "Obama menerima pertanyaan, mendengar paparan para pendeta dan mendiskusikan perjalanan iman pribadinya," kata Jakes kepada Associated Press, Selasa (10/6) atau Rabu (11/6) waktu Indonesia.

Jakes yang sama sekali tidak mendukung kandidat dan berencana bertemu kandidat Republik, John McCain, mengatakan banyak peserta diskusi yang jelas berbeda pandangan politiknya dengan Obama. Ketika Obama mengungkapkan dukungannya terhadap hak aborsi dan gay, kelompok Kristen konservatif menentangnya. Kelompok ini pula yang mengkritik Jakes karena memuji Obama.

Jakes mengatakan, pertemuan di sebuah kantor pengacara itu tampaknya memang dirancang untuk menjadi sebuah diskusi luas, bukan untuk mencari komitmen peserta diskusi. Ada informasi bahwa banyak peserta yang mau datang karena pertemuan itu dirancang sangat pribadi.

Rich Cizik, wakil presiden Asosiasi Evangelis Nasional, badan pemerintah yang memayungi gereja-gereja evangelis, mengatakan Obama minta seluruh peserta mengungkapkan seluruh pendapat dan unek-uneknya.

"Menurut saya, penting untuk menegaskan bahwa ini bukan kelompok yang mendukung Obama. Orang-orang diminta pendapat pribadinya dan pemahamannya tentang komunitas agama," kata Cizik dalam sebuah wawancara.

Diskusi itu betul-betul menukik sampai masalah pribadi Obama terkait religiusitasnya. Mark DeMoss, juru bicara penginjil Reverend Franklin Graham bertanya pada Obama, apakah ia menganggap Yesus sebagai jalan menuju Tuhan atau sekadar jalan. Ia menolak menjelaskan jawaban Obama.

Graham yang menggantikan sang ayah, Billy Graham sebagai kepala Billy Graham Evangelistic Association, menilai senator Illinois itu mengesankan dan hangat, kata DeMoss. "Dia merasa bahwa dialog dengan orang yang mungkin akan menjadi presiden sangat berguna, tak peduli sepakat dengan dia atau tidak," kata DeMoss. Graham juga akan bertemu dengan McCain.

Joshua Dubois, direktur kampanye Obama untuk urusan agama, mengatakan pertemuan itu menyertakan para pemimpin evangelis dan kepercayaan lain. Mereka membicarakan isu-isu kebijakan pemerintah dan akhirnya berdoa bersama. "Acara yang sama ada beberapa bulan lagi," kata Dubois.

Sumber :
AP