ST LOUIS, RABU - Barack Obama telah menunjukkan kemahirannya sebagai kandidat presiden AS dari partai Demokrat dalam mengumpulkan 20.000 orang dalam sebuah arena dan memikat perhatian 75.000 orang di tepi sebuah sungai di Oregon. Saat ini, senator Illinois tersebut mencoba untuk memenangi hati pemegang hak suara dengan strategi berbeda menjelang pemilihan presiden AS November mendatang.
Setelah menaklukkan rivalnya Hillary Rodham Clinton dalam pemilihan pendahuluan, Obama memasuki tahap pemilu dengan mencoba menarik perhatian massa lewat kampanye yang berskala lebih kecil. Langkah ini jelas saat Obama berkunjung ke Missouri, Selasa (10/6).
Obama menghabiskan waktunya untuk sarapan pagi di Missouri tanpa menghadiri acara apa pun yang terbuka untuk publik. Obama berencana menggunakan waktunya setiap hari dalam pekan ini untuk berkampanye. Namun, untuk pertama kalinya, Obama akan mencoba menggelar kampanye yang tidak menyerap perhatian sekitar 10.000 atau lebih dari 20.000 orang.
Pergantian taktik ini merupakan bagian dari upaya merespons kritik yang menyebut Obama lebih mengandalkan keahlian orasi ketimbang menyampaikan kebijakan dan empati kepada masyarakat bersahaja. Dan lebih mengejutkan lagi, menurut beberapa ajudan Obama, fakta di lapangan menunjukkan banyak orang yang tidak terlalu mengenal latar belakang Obama atau tidak merasa perlu untuk mengenalnya.
"Yang mereka tahu adalah Obama telah mengalahkan Hillary Clinton dalam perebutan nominasi dan pernah menyampaikan pidato dalam konvensi Demokrat pada tahun 2004," kata Jen Psaki, juru bicara Obama. "Obama akan terus mengunjungi sejumlah warga di lokasi kerja dan menghabiskan waktu dengan warga pekerja AS satu per satu saat memaparkan kebijakan ekonominya di beberapa negara bagian," tambah Jen Psaki.
Menurut Psaki, pendekatan yang lebih intim dan jauh dari kemeriahan akan memudahkan Obama untuk menanamkan pesan khusus proposal kebijakan ekonominya seperti pembebasan pajak hingga 1.000 dolar AS bagi sebagian besar keluarga. Beberapa ajudan Obama telah beberapa kali mengeluhkan pendekatan Obama lewat pidato yang terlalu rinci sehingga hanya menyisakan kesan di kalangan pemegang suara terhadapnya sebagai sosok dengan daya tutur bahasa intelek dan selalu disambut dengan keceriaan massa.
