Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 18:08 WIB
Pilkada Jateng
Kampanye Sepi, Pilih Dialog
| Rabu, 11 Juni 2008 | 00:58 WIB
|
Share:

Semarang, Kompas - Suasana sepi masih mewarnai hari kelima masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Jawa Tengah, Selasa (10/6). Bahkan, kampanye calon wakil gubernur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P, Rustriningsih, di Lapangan Kota Barat, Solo, kurang dipadati massa. Massa hanya memenuhi separuh lapangan. Calon gubernur dan wakil gubernur lainnya lebih memilih kampanye dialogis.

Kampanye terbuka Rustriningsih antara lain dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI-P Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Mudrick Sangidu dari Keluarga Besar Mega-Bintang, dan Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi. Begug datang dengan memakai pakaian dinas.

Rustriningsih menyatakan siap memperjuangkan nasib rakyat kecil sebab ia berangkat dari keluarga sederhana.

Kampanye dialogis

Calon wakil gubernur dari Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Kholiq Arif, mengatakan, ia dan calon gubernur Agus Soeyitno lebih fokus dengan kampanye dialogis yang berkualitas. Kampanye dialogis lebih bermutu daripada kampanye terbuka yang akan memancing aksi konvoi massa.

”Jika kampanye artinya menyampaikan visi dan misi calon, maka dialogis lebih mengena karena ada interaksi langsung dengan peserta kampanye dan tidak hanya berjalan searah,” katanya.

Kholiq mencontohkan, saat ia berkampanye di Kabupaten Kebumen, Purworejo, dan Cilacap, yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan warga dengan jumlah terbatas, barulah diketahui bahwa daerah Jateng selatan dulu penghasil minyak kelapa berkualitas. Potensi kelapa di daerah itu masih terjaga sehingga perlu dibangun industri pengolah minyak kelapa.

Calon gubernur dari Partai Golkar, Bambang Sadono, mengemukakan, kampanye yang kini dilakukan calon kepala daerah dan tim suksesnya di Jateng memiliki skala wilayah sangat luas, yaitu terdiri atas 35 kabupaten dan kota. Jarak satu wilayah dengan wilayah lainnya pun jauh.

Dengan jangkauan seluas itu, tiap-tiap calon kepala daerah ingin kampanye dilakukan secara merata terlebih dahulu tanpa pengerahan massa besar-besaran. Contohnya, kampanye dengan model mendatangi pusat pertemuan warga, seperti pasar, pondok pesantren, pabrik, dan tempat keramaian lainnya.

”Saya masih fokus kampanye dialogis juga. Pada putaran terakhir nanti kami baru melakukan kampanye terbuka, dengan melibatkan massa pendukung,” ujar Bambang.

Calon gubernur dari Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera, Sukawi Sutarip, Selasa, berkampanye di Jalan Gatot Subroto dan kompleks Pasar Blora Kota, Kabupaten Blora. Dalam kesempatan itu, ia berjanji menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. (son/who/hen/han/sup)