Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 04:38 WIB
Wapres: Pejabat Mau Disogok, Pengusaha Berupaya Nyogok
Suhartono | Senin, 9 Juni 2008 | 18:25 WIB
|
Share:

Laporan Wartawan Kompas Suhartono
JAKARTA, SENIN
- Wakil Presiden Wapres Muhammad Jusuf Kalla menilai sogok-menyogok yang terjadi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Depkeu Departemen Keuangan merupakan kesalahan pejabat dan pegawai serta pengusaha. Pejabat dan pegawai Ditjen Bea dan Cukai mau menerima sogok, sedangkan pengusaha berupaya menyogok untuk kelancaran keluar atau masuknya barang.

"Jadi, dua-duanya itu salah," tandas Wapres Kalla, saat memberikan pengarahan di acara Orientasi Fungsionaris Pengusaha dan Wirausaha Pemuda Indonesia yang diselenggarakan Partai Golkar di Jakarta, Senin (9/6) sore.

Oleh sebab itu, menurut Wapres, baik pejabat dan pegawai serta pengusaha harus sama-sama menahan diri dan taat pada hukum.

"Di Bea dan Cukai itu begitu. Memang, pejabatnya dan pegawainya mau terima. Mereka terima sogok karena kadang-kadang pengusahanya tidak mau barangnya diperiksa. Karena tidak mau diperiksa dan maunya kontainernya cepat segera keluar dari pabean, ya dipercepat saja pemeriksaannya," jelas Wapres.

Namun, diakui Wapres, karena pejabat dan pegawai terima sogok, maka yang sering dilihat salah adalah pejabat dan pegawai. "Padahal, pengusahanya juga ikut punya andil menyogok," kata Wapres.