BAMIYAN, MINGGU - Mendukung upaya suaminya dalam merebut perhatian internasional untuk membangun kembali Afganistan, Ibu Negara AS Laura Bush berkunjung ke luar wilayah ibukota Kabul, Minggu (8/6). Dalam kunjungan ketiga kalinya ke Afganistan yang tidak diumumkan secara terbuka, Laura Bush menumpangi helikopter untuk mengikuti penerbangan selama 50 menit ke provinsi Bamiyan, wilayah terjauh dari Kabul yang pernah dikunjunginya.
Helikopter ibu negara AS itu mendarat di sebuah komplek militer yang dioperasikan oleh pasukan Selandia Baru. Bamiyan merupakan sebuah wilayah yang dijadikan sebagai simbol kerusakan akibat perang di Afganistan sekaligus upaya negara ini untuk kembali bangkit dari kehancuran perang.
Kunjungan Laura Bush itu diadakan menjelang konferensi donor di Paris. AS berharap pertemuan itu dapat mendatangkan bantuan internasional senilai miliaran dolar untuk membantu pembangunan Afganistan. Afganistan sempat dipimpin oleh milisi Taliban sampai pasukan AS menggelar invasi yang diadakan menyusul serangan teroris di AS pada 11 September 2001.
Laura Bush berada sekitar 9 jam di Afganistan sebelum bertolak ke Slovenia untuk bertemu dengan suaminya Presiden Bush Senin (9/6) besok. Kehadiran Bush di KTT AS - Uni Eropa itu merupakan terakhir kalinya sebelum masa jabatannya sebagai presiden AS berakhir pada Januari 2009.
Kunjungan Laura Bush ke Afganistan ini sesuai dengan upaya suaminya untuk meyakinkan para pemimpin Eropa bahwa AS dan Eropa mempunyai kepentingan besar bagi masa depan Afganistan. Pihak donor internasional telah menjanjikan bantuan dana senilai 32,7 miliar dolar AS dalam bentuk dana rekonstruksi Afganistan sejak tahun 2001 dimana 21 miliar dolar AS diantaranya berasal dari AS.
"Pemerintah AS khawatir Eropa tidak memahami sumber ancaman dari elemen radikal terhadap Eropa. AS menginginkan negara-negara Eropa tidak hanya menyediakan bantuan militer tambahan ke Afganistan tetapi juga menjanjikan lebih banyak dana untuk membangun kembali Afganistan yang dihancurkan oleh pertempuran selama beberapa tahun," kata Laura Bush.
