Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 04:20 WIB
Menteri Peduli Bahaya Rokok Dapat Penghargaan
Salvanus Magnus Satripatriawan | Sabtu, 7 Juni 2008 | 19:54 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Seorang lelaki melintas di depan mobil di Annex Building, Jakarta, yang mengkampanyekan untuk berhenti merokok, Jumat (30/5). Berbagai kampanye dilakukan untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei. Setidaknya 200 elemen di dalam rokok dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

TERKAIT:

JAKARTA, SABTU - Sebanyak empat menteri kabinet Indonesia Bersatu menerima penghargaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) atau HTTS Award 2008 yang diselenggarakan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT). Keempat menteri tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Suryadharma Ali, dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta.

Kecuali Meutia Hatta, tiga menteri lainnya berhalangan hadir dan diwakilkan pada bawahan mereka pada acara penyerahan penghargaan yang berlangsung di Gedung Departemen Kebudayaan dan Pariwisata tersebut. Ketua Umum Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Nita Yudi, mengatakan penerima penghargaan tersebut adalah para tokoh dan public figur yang peduli terhadap bahaya merokok. "Mereka adalah tokoh dan public figure yang peduli bahaya merokok. Yang pasti, mereka juga bukan perokok," ujar Nita saat acara penyerahan penghargaan di Gedung Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sabtu (7/6).

Tokoh dan public figure lain yang menerima penghargaan tersebut yakni James Riady, Indro 'Warkop', Alexandra Asmasubrata (pembalap), Winky Wiryawan. Aburizal, salah satu penerima penghargaan, mengatakan terima kasihnya atas perhargaan tersebut. Melalui rekaman video yang ditayangkan sebelum acara penyerahan penghargaan, Aburizal mengatakan ia memutuskan tidak merokok karena aktivitas tersebut membuatnya tidak sehat. Pria yang mengaku gemar berolahraga ini menyatakan kebiasaan merokok merupakan kebiasaan buruk yang tidak efektif. "Merokok juga menghabiskan uang untuk biaya-biaya yang tidak perlu," ujarnya.