Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 03:50 WIB
Kelambanan Pemerintah Sikapi Anarkisme Berakibat Fatal
M Zaid Wahyudi | Rabu, 4 Juni 2008 | 01:06 WIB
|
Share:

PERSDANETWORK/BIAN HARNANSA
Puluhan massa ormas berkonvoi usai terlibat bentrok dengan massa Aliansi Kebangsaan untuk kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) di Halaman Parkir Monumen Nasional , Jakarta. Minggu (1/6).

TERKAIT:

JAKARTA, RABU - Aksi anarkis seperti yang dilakukan massa Front Pembela Islam (FPI) yang tergabung dalam Komando Laskar Islam (KLI) terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) tidak boleh terjadi ladi. Kekerasan dan aksi main hakim sendiri akan merusak bangunan kebangsaan dan integritas nasional. "Aparat negara harus menindak tegas para pelaku kekerasan," kata Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Idy Muzayyad di Jakarta, Selasa (3/6).

Kelambanan tindakan aparat keamanan justru akan memancing masyarakat ditingkat bawah bergerak sendiri di luar koridor hukum. Hal Ini justru bisa berakibat fatal. Bangsa dan negara Indonesia dibangun atas sendi kebhinnekaan dan keberagaman. Indonesia tidak akan mungkin ada tanpa kesadaran menghargai keberadaan warga bangsa lain yg berbeda-beda. Karena itu, aksi anggota FPI sangat membahayakan kelangsungan bangsa.

Idy menambahkan sikap FPI yang gemar melakukan kekerasan menunjukkan ketidakpahaman mereka pada nilai Pancasila. Padahal, Pancasila telah terbukti mampu mengayomi bangsa Indonesia. Sebagai organisasi massa yang hidup di Indonesia, FPI harus mengakui dan mengamalkan Pancasila dalam keseharian hidup berbangsa dan bernegara.

Selain itu, sebagai ormas yang mencantumkan simbol Islam, tindakan FPI seharusnya mencerminkan nilai Islam yang ramah dan mampu menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia. Aksi kekerasan yang dilakukan FPI, lanjut Idy, merupakan akibat dari pemahaman yang keliru tentang ke-Islam-an dan kemanusiaan.