Jumat, 18 April 2014

News / Nasional

Informasi Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Berubah-ubah

Selasa, 3 Juni 2008 | 23:35 WIB

Baca juga

JAKARTA, SELASA - Informasi seputar pembayaran masih terus berubah-ubah sehingga menimbulkan keresahan di kalangan para guru. Masih terdapat guru yang belum juga menerima tunjangan profesinya sekalipun telah dinyatakan lulus sertifikasi.

Ketua Umum Federasi Guru Independen Indonesia atau FGII, Suparman, mengatakan, Selasa (3/6), ketidaktransparan tersebut menimbulkan kebingungan di kalangan guru. Pemerintah menyatakan uang pembayaran tunjangan telah dialokasikan, tetapi guru tak kunjung menerima tunjangan tersebut.

Kepala SD Negeri Nanggung 01, Serang, Banten, Turman mengatakan hal senada. Pembayaran tunjangan profesi masih simpang siur, ujar Turman yang telah selesai mengikuti Diklat Profesi Guru pada 29 Desember 2007 dan belum menerima tunjangan.

Dia mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36 Tahun 2007 tentang Penyaluran Tunjangan Profesi Bagi Guru, guru berhak menerima tunjangan profesi setelah satu bulan kelulusannya. Namun, tidak demikian yang terjadi. Bahkan, kemudian bermunculan pemberitahuan lain terkait jadwal pembayaran tunjangan yang berbeda dengan peraturan menteri tersebut. Dia mempertanyakan ketentuan pembayaran tunjangan yang berubah-ubah tersebut.

"Terakhir kami, menerima informasi bahwa mereka yang termasuk peserta kuota tahun 2007 dan lulus sertifikasi portofolio akan dibayarkan tunjangannya terhitung mulai April 2008. Padahal, banyak yang sudah dinyatakan lulus pada tahun 2007. Sedangkan, peserta dari kuota yang sama dan lulus setelah melalui Diklat Profesi Guru juga dibedakan. Tunjangan peserta Diklat Profesi Guru diperhitungkan per bulan Juli mendatang. Ini membingungkan guru," ujarnya.

Para guru yang telah lulus, baik setelah penilaian portofolio maupun Diklat Profesi Guru tidak pula mendapatkan evaluasi terkait kelebihan dan kelemahan mereka sebagai guru. Padahal, evaluasi itu penting agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas mereka.


Editor :