Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 03:43 WIB
Serahkan Pengendalian Harga Komoditas Pangan kepada Pemerintah
Caroline Damanik | Selasa, 3 Juni 2008 | 15:38 WIB
|
Share:

JAKARTA, SELASA - Relatif stabilnya harga beras sejak awal 2007 dinilai Dirut Badan Urusan Logistik (Bulog) Mustafa Abubakar dapat menjadi wacana bersama bagi masyarakat dan pemerintah untuk menyerahkan pengendalian harga komoditas pangan kepada pemerintah. Pasalnya, sejak Januari 2007, harga komoditas lain yang selama ini tidak dikendalikan pemerintah, seperti minyak goreng, kedelai, dan terigu, terus melambung.

Mustafa mengatakan, hal ini disebabkan karena pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan mengeluarkan kebijakan untuk mengendalikan harga beras. "Oleh karena itu, banyak yang mengusulkan serahkan saja pengaturan pengendalian komoditas lain kepada pemerintah agar diatur sedemikian rupa sehingga bisa stabil," ujar Mustafa dalam diskusi publik mengenai ketahanan pangan di Jakarta, Selasa (3/6).

Bulog mencatat, sejak awal 2007 harga minyak goreng merangkak naik hampir dua kali lipat pada Maret 2008 meskipun sedikit turun ke angka Rp 11.000 pada bulan Mei ini. Kedelai dan terigu juga melonjak sekitar 30 persen dari harga semulanya pada awal 2007.

Selain itu, sejak awal 2007, harga beras di Indonesia paling stabil pada saat harga beras dunia bergejolak, seperti yang dialami oleh Thailand dan Vietnam. Mustafa mengakui, sepanjang tahun 2007 harga beras Indonesia 30 persen lebih mahal daripada harga beras di kedua negara tersebut. Namun, pada awal Februari harga beras di Thailand dan Vietnam terus merangkak naik, bahkan di Vietnam naik hingga empat kali lipat .