Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 03:37 WIB
PP Ansor Gatal, NU Desak Bubarkan FPI
Hadi Santoso | Senin, 2 Juni 2008 | 20:34 WIB
|
Share:

JAKARTA, SENIN - Keluarga besar Nahdlatul Ulama mendesak pemerintah agar segera membubarkan Front Pembela Islam (FPI). Pernyataan sikap itu disampaikan keluarga besar NU diantaranya, PP GP Ansor, DKN Garda Bangsa, PP Ikatan Pencak Silat pagar Nusa, PP lakpesdam, PB PMII, PP IPPNU, PP Fatayat NU, P3M, The Wahid Institute.

 "Pagi tadi kami sudah lapor ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Porli untuk menyampaikan tuntutan kami agar FPI segera dibubarkan," ujar A Malik Haramain, Sekjen PP GP Ansor, saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantor PBNU, Jakarta, Senin (2/6).

Malik menyebut, pemerintah tidak perlu berpikir lambat karena FPI telah berulang kali terbukti melakukan kekerasan. Menurutnya, jika Polri berkoordinasi dengan kementrian dalam negeri, terutama Kesbang, akan bisa membubarkan FPI dengan menyertakan catatan, indikasi, dan bukti bahwa keberadaan FPI memang benar-benar menganggu. Namun, jika nantinya pemerintah lambat dalam bersikap, Haramain sudah punya rencana lain. "Jika pemerintah tidak tegas, kami akan melakukan pembubaran paksa FPI," sambung dia.  

Haramain mengatakan, bahwa sekarang ini, tidak sedikit dari anggota Ansor yang sudah gatal ketika mendengar kabar penyerangan di Monas tersebut. Terlebih karena dalam kekerasan di Monas Minggu (1/6), ada kiai, dan aktivis NU yang menjadi korban. Namun, ia membantah itu akan rentan memunculkan konflik horizontal.

"Saya denger-denger teman-teman Ansor sudah banyak yang gatal dan mendesak FPI segera dibubarkan karena telah terbukti mengancam warga NU dan warga lainnya. Tapi, tentunya lewat cara yang konstitusional dan tidak anarkis Bagaimanapun, kalau anarkis tidak ditindak dengan tegas, akan bahaya. Karena itu pemerintah harus tegas," sambung Haramain.

Sumber :
Persda Network