PARIS, SENIN - Perancang legendaris Yves Saint Laurent, yang memberi warna dan pandangan baru mengenai gaya busana wanita modern lewat desain-desainnya, meninggal dunia Minggu sore waktu Paris dalam usia 71 tahun.
Sahabatnya, Pierre Berge, mengatakan, Saint Laurent meninggal di rumahnya di Paris setelah sakit berkepanjangan. Tokoh fesyen abad ke-20 ini dianggap sebagai salah satu anggota generasi penentu mode dunia bersama Christian Dior dan Coco Chanel. Ia sekaligus menjadi arsitek dijadikannya Paris sebagai ibu kota fesyen dunia.
Dalam perkembangan adi busana yang cepat, Saint Laurent dipuji sebagai perancang paling berpengaruh pada zamannya. Mulai dari rancangan tuxedo YSL pertamanya, hingga celana kerja dengan potongan rapi, blus, jaket safari, hingga gaun-gaun glamor, saint Laurent berhasil menciptakan image klasik yang masih ngetren beberapa dekade kemudian.
Saat perancang itu mengumumkan pengunduran dirinya tahun 2002 pada usia 65 tahun dan penutupan rumah busana yang dipimpinnya di Paris, dunia menyayangkannya sebagai suatu akhir dari sebuah era. Namun, label siap pakainya, Rive Gauche, yang dijual kepada Gucci tahun 1999 masih memiliki butik-butik di seluruh dunia.
Bulan Oktober 2006, Saint Laurent tergelincir dan jatuh di luar restauran di Paris pada acara Fashion Week dan menderita luka ringan. Hal itu mengingatkan orang-orang bahwa desainer kondang ini telah beranjak tua.
Saint Laurent lahir 1 Agustus 1936 di Oran, Aljazair, ayahnya adalah seorang eksekutif perkapalan. Bakat desainnya mulai terlihat pada usia 17 tahun saat ia memenangi hadiah pertama rancang busana yang disponsori International Wool Secretariat.
Tahun 1954, ia masuk sekolah adi busana Chambre Syndicale, namun hanya bertahan tiga bulan. Ia lalu diperkenalkan pada Christian Dior yang amat terkesan dengan bakat Saint Laurent. Saat Dior wafat tahun 1957, Saint Laurent menjadi pimpinan rumah busana Dior pada usia 21 tahun. Sejak itu namanya dikenal dunia sebagai salah satu perancang paling andal.

