Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 03:24 WIB
Pertamina Kewalahan Penuhi Permintaan Elpiji
| Minggu, 1 Juni 2008 | 22:19 WIB
|
Share:

 JAKARTA,MINGGU - PT Pertamina (Persero) kewalahan memenuhi melonjaknya permintaan elpiji paska konversi minyak tanah ke elpiji. Harga minyak tanah yang naik dan mulai langka membuat pengguna minyak tanah terpaksa beralih ke elpiji dan ikut menambah permintaan elpiji. "Memang kita agak kewalahan tangani permintaan elpiji. Ini di luar dugaan kami. Permintaan yang tinggi membuktikan masyarakat mulai percaya elpiji dan terjadi lonjakan permintaan luar biasa," kata Vice President Communication Pertamina, Wisnuntoro, Minggu (1/6).

Menurut dia, pihaknya sudah mengantisipasi hal itu dengan mengimpor 1 juta ton tabung elpiji 3 kilogram awal Juni ini dari Thailand. "Dalam waktu dekat yang dari Thailand akan sampai. Kami juga akan mengimpor 2.160.000 ton dari China secepatnya akhir Juni sudah tiba," kata Wisnu.

Soal tabung elpiji 12 kilogram, Wisnu mengatakan stoknya masih mencukupi dan tidak dilakukan impor. "Apalagi kilang balongan sudah mulai beroperasi kembali. Jadi tak perlu ragu kami jamin stok aman dan harga tak akan naik," jelasnya.

Bagaimana bila ada agen yang menaikkan harga elpiji? Wisnu hanya mengimbau tak menaikkan harga apalagi menimbun elpiji. "Kalau pun naik harganya sedikit mungkin karena agen merasa demand (permintaan) naik, tapi kami ingatkan jangan menaikkan elpiji dan jangan menahan stok (elpiji)," jelasnya. (ACO)