KUALA LUMPUR, MINGGU - Setiap perempuan di Malaysia didesak agar melengkapi diri dengan kondom untuk melindungi diri dari HIV, virus yang mengakibatkan AIDS. "Ini bukan untuk merendahkan martabat mereka tetapi untuk melindungi mereka. Perempuan adalah orang pertama yang tereksploitasi oleh pasangan mereka yang positip terkena HIV," kata Deputi Menteri Kesehatan Malaysia Abdul Latiff Ahmad.
"Namun, ini hanya saran, keputusan ada di tangan mereka," tambah Abdul Latiff seperti dikutip harian Sunday Star. Komentar Abdul Latiff itu disampaikan bertepatan dengan International Aids Memorial Day yang dirayakan secara terbuka untuk pertama kalinya Sabtu (31/5) di negara yang mayoritas penduduknya Muslim itu. Peringatan yang sebelumnya diadakan secara tertutup ini diselenggarakan untuk menekan stigma bagi para penderita AIDS.
Pada tahun 2007, 745 perempuan Malaysia terindentifikasi mengidap HIV dan 193 perempuan lainnya didiagnosa mengidap AIDS. Hampir 81.000 warga Malaysia mengidap HIV. Kurang dari 10 persen dari pengidap HIV diantaranya adalah perempuan, namun jumlah tersebut cenderung terus meningkat.
Presiden Dewan AIDS Malaysia Adeeba Kamarulzaman menerangkan, selain pekerja seks komersil, banyak perempuan yang terjangkit HIV adalah ibu rumah tangga yang terinfeksi karena tidak mengetahui suami mereka mengidap virus tersebut. "Bukan karena warga tidak mengetahui fungsi kondom dalam melindungi diri dari AIDS. Tetapi, ada beberapa pria yang tidak perduli untuk mengambil langkah pencegahan penularan, walaupun mereka menyadari telah terjangkit HIV," kata Adeeba Kamarulzaman.

