Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 03:09 WIB
Sebagian Warga Jabodetabek Kesulitan Elpiji
Martian Damanik | Jumat, 30 Mei 2008 | 11:32 WIB
|
Share:

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Pedagang tabung elpiji ukuran 3 kilogram menunggu datangnya pasokan elpiji di salah satu agen di Jalan Raya Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (27/5).

TERKAIT:

JAKARTA, JUMAT-Sebagian warga Jabodetabek masih kesulitan mendapatkan gas elpiji tabung tiga dan 12 kilogram untuk rumah tangga, padahal PT Pertamina (Persero) telah menjanjikan pasokan gas normal dalam dua hingga tiga hari sejak Selasa (27/5).

"Masih sulit dapat gas, mau yang tiga kilo atau 12 kilo sama saja susahnya. Akhirnya balik ke minyak tanah, mana harganya mahal sampai Rp7.000 per liter," kata Pipin, salah seorang warga Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (30/5).

Dia mengaku sudah mendengar bahwa Pertamina menjanjikan pasokan kembali normal dalam dua hingga tiga hari, namun kenyataannya gas 12 kilogram yang biasa dipakai masih sulit ditemukan dan harganya pun mencapai Rp60.000 per tabung.

Tidak jauh berbeda dengan Pipin, Ibu Rahadi, warga Cimanggis Depok yang memiliki usaha katering kecil-kecilan juga merasakan dampak kelangkaan gas elpiji. Untuk mendapatkan gas 12 kilogram tersebut ia harus mencari hingga ke Bekasi.

Dia mengaku siap membayar mahal untuk membeli gas 12 kilogram asal usaha kateringnya tetap dapat berjalan, pasalnya dalam dua minggu terakhir semakin sulit memperoleh gas. Harga gas 12 kilogram di daerah Cimanggis sendiri sudah mencapai Rp58.000 per tabungnya. Sementara itu, pemilik warung O Gaz di Bekasi Selatan, Diah mengatakan, sudah hampir satu minggu warungnya belum mendapat pasokan gas 12 kilogram, dan terpaksa mengecewakan pelanggannya.

Harga jual gas 12 kilogram di warungnya yang biasanya hanya Rp53.000 per tabung kini dinaikan menjadi Rp55.000 karena harga dari sub agen sudah naik sejak pemerintah menaikan harga BBM pada Jumat (23/5) lalu. "Hampir setiap ada yang minta diantar gas, rasanya tidak enak juga mengecewakan pelanggan. Banyak yang cari ketempat lain, ada yang bilang susah juga dan kalaupun ada harganya sudah Rp60.000 per tabung," katanya.

Sementara itu, salah seorang pekerja dari sub agen gas elpiji PT Damar Gemilang Sejahtera yang sedang mengantre di tempat pengisian gas di Bintara, Jakarta Timur, mengatakan, memang pasokan gas dari Balongan sudah ada tetapi masih belum normal. Tidak heran walaupun sudah mengantri dua hari dirinya belum juga dapat jatah gas. "Mobil yang ada di dalam stasiun pengisian itu sudah kemarin ngantrinya, mereka masih ada juga yang pulang nggak bawa apa-apa. Kalau mobil yang antri diluar biasa sudah sejak pagi datangnya," ujarnya.

Dia mengatakan meski pasokan dari Balongan benar sudah masuk, tapi belum bisa menutupi kekurangan gas selama beberapa minggu terakhir. Karena itu, jika satu mobil sub agen bisa dapat 350 tabung per hari sekarang masih kurang dari 100 tabung. "Masih dibagi rata, jadi tidak normal dapat seperti biasa yang sampai 350 tabung. Padahal biasanya satu mobil juga bisa dua sampai tiga kali antre," katanya.(ROY)

Sumber :