Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 03:07 WIB
Pengusaha Pejabat Harus Naikkan Upah Juga
Rachmat Hidayat | Kamis, 29 Mei 2008 | 20:07 WIB
|
Share:

Persda/Bian Harnansa (bian)
TURUNKAN HARGA BBM - Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia melakukan aksi protes dengan membawa poster dan spanduk penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (26/5). Aksi yang diikuti ribuan buruh dari berbagai daerah di Jakarta dan sekitarnya itu berjalan dengan aman. (Bian Harnansa/Persda) 26-05-2008

TERKAIT:

 Laporan Wartawan Persda Network, Rachmat Hidayat

JAKARTA,KAMIS - Bahan bakar minyak (BBM) naik, tentu saja yang akan memikul beban ekonominya adalah rakyat kecil. Salah bila kenaikan BBM untuk membantu rakyat kecil dengan cara memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Salah seorang pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesai (HIPMI) Chandra Wijaya, Kamis (29/5) meminta kepada para pengusaha untuk menaikan upah para pekerja, sekaligus membantu kesulitan ekonomi yang dirasakan sekarang ini, dampak dari sikap pemerintah menaikan BBM.

Ia menjelaskan,  dengan kenaikan harga BBM, beban bagi para pengusaha tentu saja meningkat, bertambah. Namun, beban lebih bera tentu saja dipikul  lebih berat oleh para pekerja. "Yang diutamakan, tentu saja para pekerja.  Meski berat, upah harus diberikan secara layak. Apalagi bagi para pengusaha yang kini menjadi pejabat yang sudah selayaknya bisa memberikan contoh yang baik bagi rakyat," kata Chandra Wijaya yang juga salah satu pengurus Iluni ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh  Ketua Gerakan  Pemuda 27 Juli, Agus Siswantoro. Desakan kepada para pengusaha untuk menaikan upah bagi para pekerja sudah harus dilakukan sekarang ini. Secara khusus bagi para pengusaha yang kini menjadi pejabat negara tentunya.  "Paling tidak, pengusaha yang juga dari kalangan eksekutif ini bisa memberikan contoh yang baik, membantu rakyat kecil yang kini sulit menghadapi ekonomi sekarang ini. Semuanya mahal, sementara pendapatan tak kunjung naik.  Kalau ini bisa dicontohkan, pastilah para penguasaha lain akan mengikutinya," kata Siswantoro.

Sebelumnya, dalam mengatasi dampak naiknya harga BBM, pemerintah sudah secara resmi meminta dunia usaha menaikan upah transportasi dan makan buruh. Selain itu pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan baru bagi dunia pendidikan.

Menurut Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie, kebijakan pemerintah meminta dunia usaha segera menaikan upah transportasi dan makan , dihasilkan setelah pemerintah melakukan pertemuan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan serikat pekerja. Pemerintah juga akan memberikan insentif fiskal bagi dunia usaha, yang akan diatur dalam peraturan menteri keuangan.