Laporan Wartawan Kompas Suhartono
JAKARTA,RABU - Dana beasiswa khusus mahasiswa (BKM) yang diputuskan Selasa (27/5) kemarin dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ternyata belum ada posnya. "Jadi, belum tahu pembayaran BKM itu alokasi anggaran dari mana. Karena, dana sekitar Rp 35 triliun hasil kenaikan BBM sebanyak Rp 14 triliun sudah diambil untuk BLT. Adapun sisanya sudah dialokasikan untuk pos-pos yang sudah ditetapkan," kata sumber Kompas di Departemen Keuangan.
Masih menurut sumber tersebut, program tersebut diputuskan tanpa kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sehingga diputuskan tanpa diketahui darimana sumbernya. Selain Menkeu yang juga tidak hadir, menteri lainnya yang berkaitan dengan anggaran yang tidak hadir dalam ratas kemarin adalah Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas.
Secara terpisah, pejabat lainnya di jajaran pemerintahan juga mengaku kebingungan dari mana dana Rp 200 miliar yang akan dibagikan ke mahasiswa miskin sebesarRp 500.000 per orang per semester akan diperoleh. "Yang saya dengar, besok Jumat (30/5) Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta akan rapat dengan DPR membahas itu," lanjut pejabat tersebut.
Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla yang tidak hadir dalam ratas kemarin, melalui Sekretaris Jenderal Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Asrorun Niam yang bersama pengurus IPNU lainnya menemui Wapres Kalla di Istana, mempertanyakan akurasi data mahasiswa miskin yang akan menerima dana kompensasi kenaikan BBM atau disebut BKM dari Departemen Pendidikan Nasional (Diknas).
Wapres Kalla tercatat tidak hadir dalam ratas dadakan yang kemarin digelar dan dipimpin oleh Presiden Yudhoyono. Wapres tercatat tengah melakukan kunjungan kerja sehari ke Lampung.
Rapat yang dihadiri oleh Menko Kesra Aburzial Bakrie, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Tenaga Kerja Erman Soeparno, Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, memutuskan memberikan BKM kepada 400.000 mahasiswa miskin yang ada di 83 perguruan tinggi negeri dan 2.700 universitas swasta di seluruh Indonesia. Beasiswa akan dibagikan Rp 500.000 per orang.

