Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 02:56 WIB
Panitia Anggaran DPR Pertanyakan BKM
Suhartono | Rabu, 28 Mei 2008 | 14:24 WIB
|
Share:

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Front Pemuda dan Mahasiswa Jawa Barat menggelar aksi teatrikal di sekitar Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/4), soal krisis pangan masyarakat Indonesia.

TERKAIT:

Laporan Wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA,RABU -  Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis mempertanyakan sumber dana yang akan digunakan pemerintah untuk membayar program beasiswa khusus mahasiswa (BKM) kepada 400.000 mahasiswa sebesar Rp 200 miliar yang akan mulai dibayarkan Juli mendatang.

Sebab, meskipun hanya Rp 200 miliar, tidak ada lagi dana di berbagai pos lainnya di perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 2008 yang bisa dialokasikan untuk program BKM. Hal itu diungkapkan oleh Emir Moeis saat dihubungi di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/5) siang ini.

"Kalau mau dianggarkan untuk itu, pemerintah harus minta persetujuan Panitia Anggaran DPR dulu. Dana Rp 14 triliun yang disebut-sebut sebagai hasil kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bagi-bagi Bantuan Langsung Tunai (BLT) saja, belum disetujui DPR. Apalagi yang dana beasiswa," tandas Emir.

Menurut Emir, tambahan anggaran di APBN-P 2008 hasil kenaikan harga BBM sebesar Rp 31 triliun saja tidak pernah dibicarakan dengan Panitia Anggaran. "Karena itu, sebagian dana dari hasil kenaikan harga BBM Rp 14 triliun untuk BLT juga belum disetujui DPR. Apalagi dana itu dibagi-bagikan begitu saja," tambah Emir, yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan.