Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 02:55 WIB
Mancini Kecewa dengan Perlakuan Inter
| Rabu, 28 Mei 2008 | 11:34 WIB
|
Share:

MILAN, RABU - Roberto Mancini merasa kecewa dan sempat marah karena diperlakukan dengan cara yang kurang baik dalam proses pemecatannya sebagai pelatih Inter Milan.

Hal itu disampaikan agen Mancini, Giorgio De Giorgis, Rabu (28/5). Namun, dia tak menyebutkan bagaimana perlakuan Inter hingga membuat Mancini sempat tersinggung dan akhirnya kecewa.

Rencana pemecatan Mancini memang sudah beredar cukup lama. Selasa (27/5), dia bertemu Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, untuk menyelesaikan urusan pemecatan itu. Pertemuan tu hanya berlangsung 20 menit dan Mancini keluar dari ruangan dengan muka musam. Bahkan, dia menolak berbicara dengan wartawan dan lengsung pergi.

"Roberto tidak pernah berharap akan mengakhiri karier sebagai pelatih Inter Milan dengan cara ini. Saya tahu, sebelumnya memang ada hal yang kurang benar," kata De Giorgis.

Kontrak Mancini di Inter masih lima tahun lagi. Namun, Moratti tampaknya sudah tak sabar dengannya, meski dia sudah mempersembahkan tiga gelar Liga Serie-A. Konsekuensinya, Inter harus membayar kompensasi atas kontrak yang tibutus sebelum berakhir. Diperkirakan, Inter harus membayar Mancini sebesar 30 juta euro (sekitar Rp440 miliar).

"Tapi, segalanya sudah terjadi dan Mancini begitu kecewa. Apalagi, dia masih meningalkan banyak pekerjaan yang belum diselesaikan. Sebenarnya, dia bisa membuktikan diri untuk membawa Inter meraih trofi penting, terutala Liga Champions," jelas De Giorgis.

Menurutnya, tekanan dari atas cukup berpengaruh terhadap Mancini dan para pemain. Dia bahykan menilai, tekanan itu itu yang membuat permainan Inter agak menurun sejak Januari lalu. Ditambah kekalahan Inter dari Liverpool di perempat final Liga Champions, tekanan semakin besar. Terutama kepada Mancini.

"Melihat penampilan Inter sejak Januari 2007, saya percaya itu akibat tekanan yang makin besar dari atas. Kemudian, setelah kekalahan dari Liverpool, tekanan makin besar karena Mancini tiba-tiba mengatakan akan mundur di akhir musim," lanjutnya.

Karena pernyataan itu, Massimo Moratti sempat marah. Dia bahkan meminta penjelasan Mancini kenapa dia mengatakan ingin mundur. Karena pernyataan itu pula, dia pun merasa Mancini sudah tak lagi 100 persen menangani klub tersebut.

"Itu kesalahan Mancini. Seharusnya, dia tak usah mengatakan ingin mundur seusai kekalahan dari Liverpool," jelas De Giorgis.

De Giorgis juga menegaskan, pengganti Mancini adalah Jose Mourinho. Meski belum ada keterangan resmi, menurutnya Mourinho sudah disiapkan Inter. (GL/HPR)