JAKARTA, SELASA - PT Merpati Nusantara Airlines akan melakukan restrukturisasi terhadap rute-rute yang diterbanginya. Restrukturisasi dilakukan dengan langkah pengurangan jalur-jalur yang dianggap tidak ekonomis.
Pengurangan rute tersebut dilakukan terkait dengan masa transisi pergantian pesawat. Tujuh pesawat Boeing 737-200 yang dianggap boros akan diganti dengan lima buah Boeing 737-300 dan Boeing 737-400 yang rencananya akan datang hingga akhir tahun ini. Dua dari tujuh pesawat Boeing 737-200 telah habis masa sewanya dan dikembalikan pada lessor, sedangkan lima pesawat lainnya akan dikembalikan pada akhir Mei ini.
Pada masa transisi inilah Merpati akan mengurangi sejumlah rute-rute yang dianggap tidak ekonomis. "Dengan adanya pengurangan pesawat ini tentu akan berpengaruh terhadap pelayanan. Rute-rute pasti akan dikurangi," kata Direktur Komersial Merpati, Tharian, di Jakarta, Selasa (27/5).
Dari sekitar 120 rute yang masih ada saat ini, jelasnya, akan dipangkas sebesar 5 persen hingga 10 persen. Rute-rute di wilayah Sumatera akan menjadi korbannya, setidaknya sejumlah rute di wilayah barat Indonesia itu akan dipangkas.
Pemangkasan rute, jelasnya, dilakukan karena terus melonjaknya harga BBM. Padahal, saat ini dari 15 pesawat jet Merpati ada tujuh Boeing 737-200 yang dikenal sangat boros. Karena tidak ingin merugi, maka armada Merpati pun akan direstrukturisasi dengan pesawat yang lebih efisien.
Lima pesawat pengganti tersebut tidak secepatnya datang yaitu dua Boeing 737-400 dan satu Boeing 737-300 akan datang pada Juni dan Juli 2008, sedangkan dua Boeing 737-300 lainnya baru datang November mendatang menyebabkan Merpati kesulitan memberikan pelayanan secara maksimal. (Persda Network/Hendra Gunawan)

