Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 02:47 WIB
Dirut Pertamina: Harga Elpiji Tidak Akan Naik
Erlangga Djumena | Selasa, 27 Mei 2008 | 11:54 WIB
|
Share:

KOMPAS/HELENA F NABABAN
Petugas outlet gas di SPBU Palapa, Bandar Lampung, Selasa (6/5), mengatur tabung-tabung gas kosong untuk diisi kembali. Meski tidak terjadi kenaikan harga, warga Bandar Lampung, dalam dua hari terakhir, kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 12 kilogram. Permintaan warga akan gas yang cukup tinggi membuat pengecer dan outlet gas selalu kehabisan stok.

TERKAIT:

JAKARTA,SELASA - Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Ari H Soemarno menegaskan, kelangkaan elpiji disebabkan ulah agen yang sengaja menimbun menyusul isu kenaikan harga elpiji bersamaan pengumuman pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Jumat (23/5) pekan lalu. "Kami menjamin Pertamina tidak akan menaikkan harga elpiji," katanya seperti dikutip Antara di Jakarta, Selasa (27/5).

Apalagi, lanjutnya, Pertamina juga harus mendapat persetujuan  pemerintah sebelum menaikkan harga elpiji. "Kami memang rugi dari bisnis elpiji, tapi kami laporkan ke pemegang saham. Kalau profit berkurang, maka dividen juga kurang," ujarnya.

Ari menegaskan, pihaknya akan menertibkan agen-agen yang melakukan penimbunan tersebut. Menurut dia, agen lah yang bisa melakukan penimbunan karena memiliki tempat dan tabung. "Kalau memang terbukti nakal, agen langsung saya putus," katanya seraya menambahkan, saat ini stok elpiji masih cukup aman.

Untuk mengatasi kelangkaan, dalam waktu dekat ini Pertamina akan melakukan operasi pasar tabung elpiji tiga dan 12 kg. Ari berharap melalui operasi pasar tersebut diharapkan pasokan elpiji kembali normal. "Kami akan operasi pasar dalam satu-dua hari ini dengan cara mendistribusikan tabung elpiji secara langsung ke konsumen," katanya.