Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 02:40 WIB
Bank Swasta Duduki Peringkat Terbaik Versi InfoBank 2008
Caroline Damanik | Senin, 26 Mei 2008 | 16:11 WIB
|
Share:

KOMPAS/ALIF ICHWAN
Sejumlah tokoh perbankan, antara lain Gubernur BI Burhanuddin Abdullah (kiri), Dirut BRI Sofyan Basyir, Menko Perekonomian Boediono, dan Ketua Perbanas Sigit Pramono (kanan), berbincang sebelum santap siang bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (4/4). Presiden meminta dukungan perbankan bagi peningkatan produksi pangan dan energi.

TERKAIT:

JAKARTA, SENIN - Bank-bank swasta memperoleh predikat terbaik versi InfoBank 2008 dalam kelompoknya masing-masing yang didasarkan pada besarnya modal. Bank Danamon menduduki peringkat terbaik untuk kelompok bank nasional dengan rentang modal Rp10 trilyun-Rp50 trilyun, sedangkan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) merupakan bank terbaik untuk kelompok dengan kegiatan usaha terfokus pada segmen usaha tertentu dengan modal Rp100 milyar-Rp10 trilyun.

Bank-bank pemerintah seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) menduduki peringkat kedua untuk kelompok bank nasional, Bank Mandiri di peringkat ketiga, disusul oleh Bank Negara Indonesia (BNI). Bank-bank yang berhasil mencetak predikat sangat bagus adalah bank-bank yang berhasil memanfaatkan momentum pertumbuhan ketika situasi ekonomi makro makin kondusif serta bank-bank makin giat mencari kesempatan fee-based income.

InfoBank melakukan kajian terhadap laporan keuangan yang dipublikasikan dari 125 bank berdasarkan lima kriteria, seperti faktor permodalan melalui Capital Adequacy Ratio (CAR), faktor aktiva produktif melalui Non Performing Loans dan pemenuhan PPAP, faktor rentabilitas melalui Return on Average Assets (ROA) dan Return on Average Equity (ROE), faktor likuiditas melalui Loan to Deposit Ratio (LDR) dan pertumbuhan kredit serta faktor efisiensi melalui beban pendapatan operasional yang dibanding dengan pendapatan operasional dan Net Interest Margin.

Direktur Biro Riset InfoBank Eko B. Supriyanto mengatakan jumlah bank yang dikaji menurun dari jumlah tahun lalu. Hal ini menunjukkan keberhasilan Bank Indonesia untuk menekan jumlah pelaku pasar keuangan makro di Indonesia. (LIN)