JAKARTA, SABTU - Pihak Universitas Nasional (Unas), melalui Humasnya Abdul Malik menyatakan, berdasarkan data yang dikumpulkan dari simpul-simpul mahasiswa, ada lebih dari 200 mahasiswa yang belum diketahui keberadaannya pascaaksi yang dilakukan Jumat (23/5) malam hingga Sabtu (24/5) pagi. Padahal, sebelumnya polisi mencatat ada 140 mahasiswa yang saat ini sedang dimintai keterangan.
"Ini yang aneh menurut saya. Menurut aktivis kampus, saat aksi hanya diikuti kurang dari 100 orang, ketika polisi melakukan penangkapan kok sampai lebih dari 200 orang yang tidak diketahui keberadaannya. Dan ternyata, saat melakukan penyisiran, polisi mengangkut semua mahasiswa yang ada di dalam kampus. Padahal, ada yang bertugas di kampus sampai malam, tapi untuk mempersiapkan berbagai kegiatan mahasiswa. Itu dibawa juga, padahal nggak ikut aksi," ujar Malik, disela-sela wisuda mahasiswa Unas di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5).
Untuk memastikan jumlah mahasiswa yang tidak diketahui keberadaannya tersebut, pihak Unas akan segera melakukan pendataan. Termasuk meminta konfirmasi dari pihak kepolisian mengenai penangkapan yang dilakukan terhadap para mahasiswanya. "Karena awalnya aksi dilakukan dengan damai, tapi kok tiba-tiba pagi ada kericuhan dan semua mahasiswa kami yang ada di kampus disisir," kata Malik.

