Kristianto Purnomo | Sabtu, 24 Mei 2008 | 06:14 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Polisi berhadapan dengan mahasiswa Universitas Pancasila di depan kampus, sebelum akhirnya menyerbu masuk kampus, Sabtu (24/5).
KRISTIANTO PURNOMO
Polisi menangkap para mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang terlibat bentrok dengan polisi saat melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, di depan kampus Unas, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5).
KRISTIANTO PURNOMO
Polisi menangkap seorang mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang terlibat anarkis dalam unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, di depan kampus Unas, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5).
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Sejumlah kendaraan roda dua rusak akibat peristiwa bentrokan antara polisi dan mahasiswa Universitas Nasional saat melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, di depan kampus UNAS, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5).
JAKARTA, SABTU - Saat ini polisi menyerbu masuk ke Kampus Universitas Nasional (Unas), Jakarta, mengejar para mahasiswa dari aktivis Forkot yang melakukan aksi lempar bom molotov dan batu serta botol minuman.
Laporan reporter KOMPAS.com, terdengar enam tembakan gas air mata saat polisi masuk kampus mengejar para mahasiswa. Suasana sangat mencekam dan para wartawan sendiri terdesak oleh gas air mata dan diancam ditahan oleh polisi jika berkeras meliput kerusuhan.
Situasi benar-benar tegang. Sejumlah sepeda motor dan sarana kampus dirusak polisi yang terus menyerbu masuk kampus.
Belum diketahui apakah terdapat korban luka dari ke dua belah pihak. Sementara di luar, masyarakat terlihat berkumpul meskipun jalan di Pejaten, Pasar Minggu ditutup polisi sejak malam. KP/FIA