Kristianto Purnomo | Sabtu, 24 Mei 2008 | 05:17 WIB
|
Share:
KRISTIANTO PURNOMO
Polisi menangkap seorang mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang terlibat anarkis dalam unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, di depan kampus Unas, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5).
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Polisi berhadapan dengan mahasiswa Universitas Pancasila di depan kampus, sebelum akhirnya menyerbu masuk kampus, Sabtu (24/5).
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Polisi menyeret seorang demonstran yang sudah berdarah-darah untuk membubarkan aksi mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) yang menolak kenaikan harga BBM, di depan kampus UNAS, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5).
KRISTIANTO PURNOMO
Polisi menangkap seorang mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang terlibat anarkis dalam unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, di depan kampus Unas, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5).
JAKARTA, SABTU - Bentrok hebat terjadi antara mahasiswa dari aktivis Forkot dengan polisi di Kampus Universitas Nasional (Unas), Pejaten, Pasar Minggu, Sabtu (24/5) pagi.
Mahasiswa yang berjumlah sekitar 70 orang kembali mengganas. Mereka melempari polisi yang menutup jalan sejak malam menggunakan bom molotov, dan botol serta batu. Aksi para mahasiswa dibalas dengan serangan para polisi yang meringsek mengejar para mahasiswa sambil melontarkan tembakan gas air mata.
Laporan reporter KOMPAS.com, situasi di Pejaten di sekitar Kampus Unas sangat tegang. Kerusuhan ini mengawali hari pertama dikeluarkannya kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Mahasiswa memprotes kebijakan tersebut dengan berunjuk rasa sejak malam. KP/FIA