Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 17:10 WIB
Aliran Bantuan di Myanmar Macet, Sekjen PBB Turun Tangan
Jimmy Hitipeuw | Kamis, 22 Mei 2008 | 15:35 WIB
|
Share:

Getty Images/HLA HLA HTAY
Sekjen PBB Ban Ki-moon (pojok kanan dan mengenakan topi) berjalan ke arah sebuah helikopter untuk mengunjungi wilayah, yang diterjang bencana topan Nargis di Myanmar, 22 Mei 2008.

TERKAIT:

YANGON, KAMIS - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki-Moon berupaya membujuk para pemimpin junta Myanmar untuk melepas pengekangan terhadap aliran bantuan asing untuk korban topan Nargis. "PBB dan seluruh masyarakat internasional siap membantu mengatasi tragedi tersebut," kata Ban Ki-Moon tidak berapa lama setelah tiba di Myanmar Kamis (22/5).

"Tujuan utama dari kedatangan saya ke Myanmar adalah untuk menunjukkan solidaritas saya,"kata Ban Ki-Moon. Menurut junta Myanmar, sekitar 78.000 orang tewas dan 56.000 orang tidak diketahui nasibnya setelah topan Nargis menerjang Myanmar pada 2-3 Mei lalu. PBB menerangkan hingga 2,5 juta korban selamat dihadapkan pada ancaman kelaparan, kehilangan tempat tinggal serta rentan terhadap meluasnya berbagai wabah penyakit terutama di wilayah dataran rendah delta Irrawaddy.

Saat Ban Ki-Moon memulai kunjungannya, beberapa badan kemanusiaan asing menekankan perlunya meraih akses untuk menolong secara langsung para korban yang menderita penyakit, kelaparan maupun kehilangan tempat tinggal. "Diperlukan lebih banyak perlengkapan untuk memulihkan bencana, lebih banyak penerbangan untuk mengangkut bantuan kemanusiaan, serta lebih banyak perahu diperlukan untuk dapat mengantarkan bantuan kemanusiaan hingga ke daerah terpencil," jelas  Jemilah Mahmood dari badan kemanusiaan Mercy Malaysia di Bangkok.

Ban telah berupaya memperlancar aliran bantuan kemanusiaan asing yang selama ini tersendat karena junta Mianmar menolak kehadiran sukarelawan asing lewat perundingan selama hampir 1 1/2 jam dengan Perdana Menteri Myanmar Thein Sein. Ban juga telah menemui beberapa perwakilan badan kemanusiaan internasional di Yangon. Ban dijadwalkan akan bertolak dengan helikopter Kamis ini untuk melihat secara langsung wilayah yang terkena dampak terburuk bencana, delta Irrawaddy.

Sumber :
AP