Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 12:38 WIB
Harga Melonjak dalam Hitungan Jam
Josephus Primus | Kamis, 22 Mei 2008 | 06:47 WIB
|
Share:

NEW YORK, KAMIS - Harga minyak melesat di atas rekor tertinggi baru 133 dollar AS per barel, Rabu (21/5) waktu setempat atau Kamis (22/5) pagi WIB, setelah pemerintah AS secara tak terduga melaporkan cadangan minyak mentah dan bensinnya turun, di tengah pasar yang tertekan oleh meningkatnya permintaan dari China.
    
Kontrak berjangka minyak utama New York, sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Juli, menembus 130 dollar AS untuk pertama kalinya. Beberapa jam kemudian, harga berlari mencapai rekor tertinggi 133,82 dollar AS setelah laporan cadangan energi AS yang mengkhawatiran. Acuan kontrak berjangka ditutup melonjak 4,10 dollar AS pada rekor 133,17 dollar AS per barel.
    
Di London, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent North Sea untuk pengiriman Juli mantap pada rekor tertinggi 132,70 dollar AS per barel, sebuah kenaikan 4,86 dollar AS. Brent melesat ke sebuah rekor perdagangan harian tertinggi pada 133,34 dolar AS.
    
Pasar minyak yang sedang rally diperkuat oleh laporan mingguan departemen energi AS (DoE) tentang cadangan energi AS yang tak terduga menunjukkan penurunan.
    
Laporan DoE, Rabu, memperlihatkan stok minyak mentah AS turun pada pekan yang berakhir 16 Mei, 5,4 juta barel menjadi 320,4 juta  barel. Sebagian besar analis telah memperkirakaan sebuah penambahan 300.000 barel. Cadangan bensin jatuh 800.000 barel menjadi 209,4 juta barel, mengalahkan ekspektasi naik 250.000 barel.
    
Berita bensin sangat sensitif bagi pasar, terutama dalam beberapa hari menjelang libur musim panas yang merupakan waktu puncak bepergian menggunakan mobil bagi warga AS yang akan dimulai akhir pekan ini, Senin untuk libur Memorial Day.
    
Orang-orang Amerika telah mulai membeli sedikit bensin karena harga di pompa bensin  naik ke posisi tertinggi baru. Perubahan kebiasaan dalam mengemudi meningkatkan kekhawatiran tentang sebuah pelambatan dalam belanja konsumen, mesin utama ekonomi terbesar dunia tersebut.
    
Lonjakan cepat harga minyak terjadi karena Federal Reserve AS menurunkan proyeksi pertumbuhan 2008 untuk ekonomi AS, konsumen minyak terbesar dunia.
    
The Fed pada Rabu menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2008 menjadi di kisaran 0,3 hingga 1,2 persen dari proyeksi sebelumnya 1,3 hingga 2,0 persen pada Januari. Bank sentral mengutip tingginya harga minyak sebagai faktor utama yang membebani momentum.
    
Harga minyak mentah berjangka telah melambung sepertiganya sejak awal 2008, ketika menembus 100 dollar AS untuk pertama kalinya.
    
Harga minyak juga melonjak karena melemahnya dollar AS, yang membuat komoditi yang dihargakan dalam dollar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang kuat lainnya.
    
Para analis mencatat bahwa keperluan untuk bahan bakar minyak disel pembangkit listrik  di wilayah yang terkena gempa bumi di China memicu permintaan untuk bahan bakar minyak.
   
Dari sisi pasokan, Ketua  OPEC Abdalla Salem El-Badri mengatakan Rabu, ia mengkhawatirkan volatilitas di pasar minyak.
         
OPEC telah bersikeras bahwa pasar mendapat pasokan baik dan rekor harga yang terjadi mencerminkan aktivitas investasi spekulatif daripada kondisi pasokan dan permintaan.