Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 12:34 WIB
Anjing Pengendus Kanker Juga Dikloning
Tri Wahono | Rabu, 21 Mei 2008 | 21:39 WIB
|
Share:

Yuji Satoh
Foto yang dirilis Yuji Satoh dari Pusat Pelatihan Anjing Pengendus Kanker St. Sugar menunjukkan Marine, seekor labrador retriever hitam yang mampu mengedus kanker.

TERKAIT:

TOKYO, RABU - Setelah anjing pelacak, para peneliti Korea Selatan juga akan mengkloning anjing pengendus kanker untuk pertama kalinya di dunia. Kali ini pesanan datang dari Pusat Pelatihan Anjing Pengendus Kanker St Sugar di Jepang.

Sel yang digunakan dalam kloning diambil dari seekor anjing jenis labrador retriever berwarna hitam bernama Marine milik Yuji Satoh, kepala pelatih di St Sugar. Anjing betina berusia 6,5 tahun tersebut memiliki bakat mengendus kanker pada tubuh pasien, namun tak dapat menghasilkan keturunan karena rahimnya diangkat karena penyakit.

"Kami sedang membuat kloning Marine. Ia dikenal sebagai pengendus kanker terbaik di dunia. Dengan membuat kloningnya, kami ingin mempromosikan penelitian mengenai anjing pengendus kanker," ujar Satoh. proses kloning dilakukan para peneliti dari Universitas Nasional Seoul (SNU) melalui perusahaan bioteknologi RNl Bio.

Mereka menggunakan sel dari kulit Marine untuk membuat kloningnya. Fetus hasil kloning Marine telah ditanamkan ke dalam rahim anjing sejak sebulan lalu.          

"Kami sedang menantikan hasilnya akhir bulan ini," ujar Jeong-Chan, Presiden RNL Bio. Para peneliti menyiapkan dua anjing kloning dan akan melatihnya di St Sugar. Salah satu akan dikirim kembali ke Korea Selatan untuk penelitian sedangkan lainnya akan dipelihara Satoh.

Jika sukses, bukan tidak mungkin akan dibuat kloning anjing pengendus kanker lebih banyak. Satoh berambisi untuk mengkloning Marine sebanyak mungkin untuk dikirim ke berbagai belahan dunia untuk mendukung penelitian yang menguji kemampuan anjing untuk mendeteksi kanker. Ia melihat peluang tersebut untuk mendeteksi kanker paru-paru, payudara, prostat, dan kanker kulit, baik dalam tahap awal hingga kritis.

Anjing ditengarai memiliki kemampuan membedakan bau sel yang sehat dengan sel-sel yang rusak karena kanker. bau tersebut dapat diperoleh dari sampel bau mulut atau urine seseorang.

Laboratorium SNU telah berpengalaman mengkloning berbagai jenis anjing sejak sukses mengkloning anjing untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 2005. Anjing kloning pertama yang diberi nama Snuppy--kependekan dari SNU puppy--merupakan jenis Afghan.

Tim yang sama juga berhasil mengkloning tujuh anjing pengendus narkoba dari jenis golden retriever tahun lalu atas permintaan Dinas Bea dan Cukai Korea Selatan. Saat ini, RNL Bio juga sedang memproses permintaan perempuan AS untuk mengkloning anjing kesayangannya dari jensi pitbull.

Sumber :