Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 09:31 WIB
PLTD Terbakar, Balikpapan Kehilangan 7 MW
Ambrosius Harto | Rabu, 21 Mei 2008 | 18:38 WIB
|
Share:

SAMARINDA, RABU- Empat dari enam mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Batakan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, ludes terbakar, Rabu (21/5) dini hari. Pembangkit kehilangan kemampuan menghasilkan daya listrik 7 MegaWatt, sehingga menambah persoalan mengatasi pemadaman bergilir di Sistem Mahakam yang telah berlangsung empat tahun ini.

"Pengaruh ada tetapi sistem akan mengatur pemadaman tak bertambah parah," kata Pemimpin Umum PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Kaltim, Ahmad Siang, yang dihubungi dari Samarinda. Sistem Mahakam mencakup jaringan listrik untuk pelanggan di Balikpapan, Samarinda, dan Tenggarong- ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ahmad mengatakan, selama ini semua pembangkit di sistem itu tak mampu memenuhi kebutuhan listrik pelanggan. Kebutuhannya 180 MegaWatt (MW) tetapi produksi listrik cuma 160 MW sehingga kurang 20 MW. Akibatnya, PLN memadamkan listrik secara bergilir. "Defisit bertambah jadi 27 MW sebab Batakan terbakar," katanya.

Kekurangan daya di Balikpapan, lanjut Ahmad, akan ditutupi pasokan dari pembangkit-pembangkit lainnya di Samarinda atau Tenggarong. "Kami akan mengatur," katanya.

Dalam kompleks PLTD Batakan, lanjut Ahmad, masih ada 40 mesin pembangkit milik Pemerintah Kota Balikpapan dan PT Kaltimex Energi. "Operasional pembangkit yang menghasilkan 25 MW listrik itu tak terpengaruh kebakaran. Gedungnya berlainan," kata Ahmad.

Hingga Rabu petang ini penyebab kebakaran masih diselidiki polisi dibantu teknisi PLN. Ahmad menyatakan tak ada tangki yang meledak yang sempat diinformasikan menjadi penyebab kebakaran. Kerugian ditaksir Rp 5,8 miliar dengan asumsi mesin-mesin PLTD itu sudah tua sehingga nilai ekonomisnya turun.