JAKARTA, SELASA - Mantan Presiden BJ Habibie menumpahkan kesedihan hati yang mendalam atas meninggalnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. "Saya sedih. Kita kehilangan seorang tokoh nasional yang pejuang," kata Habibie usai mengikuti peringatan seabad kebangkitan nasional di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (20/5) malam.
Di mata Habibie, Ali Sadikin merupakan seorang tokoh nasional yang mempunyai peran sangat penting dalam pembaharuan kota Jakarta sebagai Ibu Kota Negara. "Beliau berjasa. Dan beliau selalu mementingkan kepentingan rakyat," ujarnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Emil Salim juga kaget atas meninggalnya tokoh Jakarta, Ali Sadikin. "Sewaktu acara saya mendapat kabar soal itu," jelasnya.
Emil mengatakan, Ali Sadikin merupakan seorang yang mesti mendapat penghargaan atas jerih payahnya mengelola Jakarta.
"Saya kira beliau patut dihargai. Beliau meletakkan landasan bagi pembangunan Jakarta dengan rencana jangka panjang pada 1975-2000. Saya kira beliau patut dikenang sebagai Bapak Jakarta modern, dan Jakarta maju," ungkapnya seraya menyayangkan perubahan rencana Jangka Panjang Ali Sadikin yang mulai memudar setelah tahun 2000.
"Sejak 2000 sudah berubah lagi rencana jangka panjangnya. Misalnya komplek Senayan yang akan dijadikan lokasi olahraga hijau. Itu adalah pikiran kreasi beliau," tandasnya.
Sementara itu, Adnan Buyung Nasution, pengacara sekaligus pendiri lembaga bantuan hukum (LBH) meminta LBH di seluruh Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda bela sungkawa atas meninggalnya Mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
"Dia pemimpin berkarakter, mengayomi dan membela rakyat kecil, dan berwatak berani ambil risiko," katanya. (Persda Network/Ade Mayasanto)

