Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 12:25 WIB
Besok Pagi, Jenazah Bang Ali Tiba di Jakarta
V Hanni Sulistyaningtias | Selasa, 20 Mei 2008 | 21:46 WIB
|
Share:

Kristianto Purnomo (KP)
Putra kedua almarhum Ali Sadikin, Eddy Trisnadi, terlihat di rumah duka Jalan Borobudur No. 2 Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/5). Almarhum Ali Sadikin meninggal akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. Kristianto Purnomo (KP) 20-05-2008

TERKAIT:

JAKARTA, SELASA - Mantan Gubernur Ali Sadikin meninggal dunia, Selasa (20/5) pukul 18.30 waktu setempat atau 17.30 WIB, setelah dirawat selama sebulan di RS Gleneagles Singapura. Ali Sadikin meninggal dalam usia 82 tahun. Rencananya jenazah Ali Sadikin akan dibawa pulang ke Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia, Rabu (21/5) pukul 07.00 waktu Singapura.

Hal ini disampaikan oleh putra sulung Ali Sadikin, Boy Benardi Sadikin, kepada wartawan di rumah duka Jalan Borobudur Nomor 2, Jakarta Pusat. Menurut Boy, jenazah akan disemayamkan di rumah duka Rabu (21/5) dan akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir. "Bapak sudah sulit berkomunikasi karena sakit di dadanya," kata Boy.

Menurut putra keempat almarhum, Benyamin Sadikin, Ali Sadikin sudah menderita sakit sejak lama. "Bapak sudah dirawat selama sebulan di Singapura. Di sana didampingi oleh kakak saya Iwan dan sekretaris Bapak," jelas Benny.

Kata Benny, jenazah ayahnya diusahakan akan dipulangkan malam ini. Namun Benny mengaku belum mengetahui dengan pesawat apa dan jam berapa akan tiba di Jakarta. Lanjut Benny, rencananya Rabu pagi jenazah Ali Sadikin akan dimakamkan di TPU Tanah kusir. "Sesuai dengan pesan Bapak, rencananya jenazah Bapak akan ditumpangi di makam ibu saya, Ibu Nani," jelas Benny.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di rumah duka masih sibuk mempersiapkan kedatangan jenazah dan para tamu yang akan datang. Tenda-tenda dan kursi baru saja dipasang, dan belum ada karangan bunga yang datang.

Sejumlah tamu mulai berdatangan seperti pengamat sosial Imam Prasodjo, Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni, dan Sys NS.

Ali Sadikin meninggalkan lima putra dan 12 cucu. Istrinya Ny Nani sudah meninggal dunia. Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni mengatakan, Bang Ali adalah salah satu tokoh idola dirinya. "Saya dapat informasi tadi sore dari ajudan Pak Gubernur. Saya langsung ke sini dan juga karena Beliau adalah idola saya. Tadi saya sudah bicara dengan putra-putra beliau dan rencananya akan dimakamkan besok siang di TPU Tanah Kusir," kata Sylviana.

Pengamat sosial Imam Prasodjo mengatakan, selaku tetangga, Ali Sadikin di tengah usianya yang sudah tua dan kesehatannya yang sudah menurun, tetapi Ali Sadikin adalah tetangga yang selalu siap membantu. Imam menjelaskan sewaktu terjadi kebakaran di kawasan belakang rumahnya, Ali Sadikin langsung mengunjungi dan mengirimkan genteng agar warga bisa segera membangun rumahnya.

"Dia juga bilang kepada saya, setiap sekolah yang berupaya kamu bangun, saya akan sumbang Rp 10 juta. Bang Ali seperti itu, dia langsung action, tidak banyak ngomong. Selaku pemimpin, dia pemimpin yang mau turun ke bawah dan mau mendorong orang. Misalnya kalau saya ngobrol sama dia, Bang Ali akan bilang, 'Kamu harus lakukan ini'," kata Imam yang bertemu pertama dengan Ali Sadikin di lift Hotel Arthaloka.

Imam menjelaskan, Ali Sadikin sangat menghargai demokrasi. "Meskipun ia pendiri LBH, tetapi ia tidak marah ketika LBH sering mengkritik kebijakan yang ia keluarkan. Itulah Bang Ali," kata Imam.