JAKARTA, SELASA - Almarhum mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, adalah sosok figur yang langka. Ia selalu mengikuti apa yang terjadi di sekitar lingkungannya dan melakukan sesuatu tanpa banyak bicara.
"Saya terharu, Bang Ali selalu mengikuti apa yang saya lakukan. Bang Ali pernah bilang, seluruh upaya kamu membangun sekolah aku sumbang sepuluh juta," ujar pengamat sosial Imam Prasojo menirukan apa yang diucapkan almarhum saat melayat di rumah duka di Jalan Borobudur Nomor 2 Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/5) malam.
Selain dikenal sebagai seorang pemimpin yang tidak banyak bicara, Ali Sadikin adalah pribadi yang konsisten untuk terus mengembangkan kebudayaan. "Bang Ali pemimpin yang tidak hanya bicara masalah ekonomi, tapi juga memiliki apresiasi di bidang kebudayan. Salah satu apresiasinya dengan membangun Taman Ismail Marzuki. Bang Ali ingin TIM bisa terus dikembangkan," tegas Imam.
Di mata tetangganya, almarhum adalah sosok yang suka bersosialisasi dan perhatian."Dulu waktu ada tetangga yang mengalami musibah kebakaran, Bang Ali langsung kirim genting," tambah Imam yang tinggalnya tak jauh dari rumah Ali Sadikin.
Hingga saat ini di rumah duka para kerabat dan tetangga terlihat mulai berdatangan. Jenazah almarhum rencananya akan diberangkatkan dari Singapura pada pukul 07.00 menggunakan pesawat Garuda. Almarhum meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit Glen Eagles, Singapura akibat penyakit komplikasi yang deritanya. Almarhum rencananya akan dimakamkan besok siang di TPU Tanah Kusir. Ia meninggalkan empat orang anak dan 13 orang cucu.

