MEDAN, SENIN-Klub sepakbola PSMS Medan terhitung sejak Senin (19/5) telah resmi dikelola pihak investor Sihar PH Sitorus.
Peresmian ini setelah adanya penandatanganan nota kesapahaman investor dengan Direktur PT.PSMS yang berlangsung di Hotel Danau Toba Internasional. Dengan adanya kerjasama itu, maka PSMS memastikan mengikuti Super Liga 2008 yang akan digelar Juli mendatang.
Beberapa butir yang tercantum dalam kerjasama itu, bahwa pihak pengelola PSMS akan mengadakan homebase atau tempat latihannya di Medan. Selain itu, pihak pengelola tersebut akan memberikan bantuan dana Rp200 juta lebih dalam setiap tahun untuk dipergunakan memutar roda kompetisi bagi klub-klub yang mendirikan PSMS. PSMS tersebut adalah didirikan sebanyak 40 klub.
Direktur PT.PSMS Doli Siregar dalam sambutannya, mengatakan, nota kerjasama ini berhasil disepakati setelah melalui proses dan pembahasan yang cukup panjang, baik waktu maupun tenaga serta pemikiran. Untuk itu, katanya, kerjasama yang sudah terjalin ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga pembinaan olahraga di Sumut semakin meningkat dan dapat memberikan prestasi.
Salah seorang pengurus PT.PSMS, Julius Raja mengatakan, dengan terciptanya kerjasama ini, klub-klub dibawah PSMS agar dapat membantu dengan baik. "Jangan ada lagi saling tuding-menuding diantara kita, yang penting bagaimana agar tim PSMS ini dapat mengikuti Super Liga 2008," katanya.
Sementara itu, pengelola PSMS, Sihar PH Sitorus, mengatakan, perjalanan yang ditempuh untuk mewujudkan nota kesepakatan ini cukup panjang dan penuh dengan "liku-liku" maupun tantangan yang cukup berat.
Menurut dia, tantangan yang dihadapi para pengelola PSMS itu, dapat dijadikan sebagai pengalaman yang sangat berharga untuk dapat merintis sebuah kesuksesan dan kemajuan. "Marilah kita bersama-sama menyingsingkan lengan untuk memajukan olahraga di Sumut.Kemajuan yang akan dicapai itu perlu kita bina sejak sekarang untuk memperoleh hasil yang bagus ke depan," katanya.
Saat berlangsungnya nota kesepahaman tersebut, sejumlah pendukung yang mengatasnamakan Kampak FC melakukan aksi peduli dengan duduk dilantai yang menggelar kostum "PSMS warna hijau". Di atas baju tersebut, terpampang secarik kertas yang bertuliskan antara lain, "PSMS Dijual".
Salah seorang simpatisan PSMS, Yudi, mengatakan, bahwa klub PSMS itu bukan hanya milik pengurus maupun pihak investor.PSMS adalah juga kepunyaan warga Sumut. "Jadi, wajar kami mengetahui butir-butir isi nota kesepakatan yang dijalin Direktur PT.PSMS dengan pihak pengelola.Perjanjian ini juga agar dapat diketahui oleh masyarakat dan diekspos di media massa," kata Yudi.(ANT)

