Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 20:48 WIB
Marlin Melayang Pesta Hilang
A. Wisnubrata | Minggu, 18 Mei 2008 | 18:03 WIB
|
Share:

PERAIRAN ENGGANO, MINGGU - Gerombolan ikan tengiri dan tongkol yang berenang cepat di bawah kapal Deklarasi Djuanda dan tingkah ikan-ikan terbang di samping haluan, rupanya membuat Tohiri, sang nahkoda kapal, tergoda untuk memancing.

Maka di pagi yang cerah dengan laut yang relatif tenang walau ombak mencapai tinggi 1,5 hingga 2 meter, ia mempersiapkan pancingnya. Hari Minggu (18/5), seiring dengan perjalanan tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara dari Krui menuju Pulau Enggano, kapal pun digayuti pancing yang dilempar jauh.

Menjelang siang, kail di ujung senar serasa ditarik ikan besar. Para awak kapal segera menggulung senarnya, menarik ikan yang meronta. Saat makin dekat, tampaklah bahwa yang memakan umpan adalah seekor ikan marlin sepanjang sekitar 80cm. Makin bergairahlah Tohiri dan awak kapal untuk menarik ikan berwarna kebiruan itu.

Dalam semangat menggebu untuk menarik ikan mendekat, tiba-tiba senar pancing putus. Dan wussss.... sang marlin mendapatkan kebebasannya kembali. Tinggal para awak kapal termangu.

"Padahal kalau dapet, kita mau sajikan nanti sesampai di Enggano," ujar Haris Mulyadi, komandan Ekspedisi di kapal, saat dihubungi KOMPAS.com, Minggu (18/5). "Sayang senarnya kurang kuat, he...he..." paparnya.

Maka malam ini, tim kapal yang bergabung dengan tim Kodal II di Pulau Enggano batal berpesta marlin. Bayangan marlin bakar pun lenyap seperti ikan-ikan terbang yang seolah hanya muncul untuk menggoda, lalu segera menghilang kembali ditelan lautan.