Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 11:52 WIB
Menjelang Naik, Stok BBM Dijamin Aman
| Jumat, 16 Mei 2008 | 15:21 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Meskipun gejolak konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjelang kenaikan harga premium belum terlalu terasa di SPBU di kawasan DKI Jakarta, pembelian dengan jeriken mulai tidak dilayani sejak sepekan terakhir. Ini terlihat di SPBU di Jalan Penjernihan, Jakarta, Minggu (11/5).

TERKAIT:

JAKARTA, JUMAT - Menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan diumumkan akhir Mei, Pertamina menjamin stok BBM dan elpiji aman.

Hal ini dinyatakan Direktur Utama Pertamina, Ari Sumarno dalam jumpa pers di kantor pusat PT Pertamina Jalan Perwira 1, Jumat (16/5). "Jadi masyarakat tidak perlu panik dan takut terjadi kelangkaan BBM," ujar Ari.

Ari melanjutkan, Pertamina akan memberikan toleransi hingga lima persen dari penggunaan enam bulan terakhir di setiap SPBU. "Banyak SPBU yang minta tambahan stok antara 15-20 persen, untuk mengantisipasi rush, tetapi kami hanya beri lima persen," imbuhnya.

Soal terjadinya rush beberapa waktu terakhir akibat banyaknya warga yang membeli BBM melebihi kebutuhannya, Pertamina mengambil beberapa langkah. Langkah pertama, menetapkan jatah tiap SPBU berdasarkan rata-rata volume penjualan enam bulan terakhir.

Langkah lain, SPBU dilarang melayani pembelian BBM menggunakan jeriken, kecuali untuk usaha kecil yang mendapat izin dari instansi terkait. Pertamina juga membatasi pembelian BBM di SPBU kepada semua kendaraan khususnya di wilayah yang rawan penyalahgunaan. Langkah lain, Pertamina akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pemerintah daerah setempat apabila terjadi rush.(GIE)