JAKARTA, JUMAT - Kenaikan harga bahan bakar minyak, akan memukul dunia perbukuan Indonesia. Salah satunya akan berdampak pada minat masyarakat terhadap buku bacaan.
Sebab, harga buku akan naik sekitar 15-30 persen pada dua hingga tiga bulan setelah kenaikan harga BBM.Ketua Bidang Promosi Buku dan Pengembangan Minat Baca Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Hikmat Kurnia, mengatakan pada saat ini buku belum menjadi prioritas utama dalam kehidupan. Oleh karena itu, mereka akan menyingkirkan anggaran untuk buku, demi memenuhi kebutuhan hidup.
"Masyarakat sudah pusing sendiri dengan harga kebutuhan pokok yang melambung. Apalagi buku belum priority dalam hidupnya. Walau, saya yakin, penerbit tidak akan menaikkan harga melebihi daya beli masyarakat. Kalau tidak, bangkrut mereka," ujarnya di sela-sela aksi dalam peringatan Hari Buku Nasional di Bunderan Hotel Indonesia, Jumat (16/5).
Hikmat memperkirakan penerbit akan lebih memilih mengorbankan diri dengan memangkas keuntungannya agar harga buku tetap terjangkau masyarakat. Hal ini membuat industri penerbitan akan semakin tidak sehat dan akan melemahkan industri buku yang saat ini mulai bangkit. "Pada krisis moneter lalu, penerbit menjadi lebih selektif dalam menerbitkan buku. Alhasil, judul buku yang ada di Indonesia tergerus hingga 50 persen. Menurut prediksi saya, hal ini akan terjadi lagi saat kenaikan BBM nanti," jelasnya.(BOB)
